Sedekah Bumi Desa Pancur Temayang, Dimeriahkan Pagelaran Tayub Bojonegoro

0 198

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Salah satu desa di wilayah Kecamatan Temayang yang masih menjaga tradisi dan adat-istiadat adalah Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur. Hal itu, bisa dilihat dengan masih dilaksanakannya sedekah bumi dengan acara syukuran dan digelarnya Langen tayub, Jum’at (12/5/2017).

Syukuran dengan menggelar selamatan atau tumpengan di halaman Sendang Panji yang berada di Brang wetan Desa Pancur, yang dihadiri Kepala desa Pancur Lulus Pujiono, para perangkat desa, BPD, LPMD, Ketua RT, RW, Tokoh masyarakat dan semua warga Desa Pancur setempat.

Sedekah Bumi Desa Pancur Temayang, Dimeriahkan Pagelaran Tayub Bojonegoro 1
Kades Pancur Lulus Pujiono (tengahi) saat berada digedok dan berada di tengah-tengah 4 waranggana, sebelum mengikuti beksan (joget) bersama warga, di acara Pagelaran Tayub Bojonegoro, dalam acara Sedekah bumi Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (12/5/2017).

Dalam sambutanya, Kepala desa Pancur Lulus Pujiono menyampaikan bahwa sedekah bumi atau yang biasa disebut manganan itu merupakan wujud syukur warga atas nikmat rejeki berupa penen yang melimpah di tahun ini.

“Sedekah bumi merupakan wujud syukur warga Desa Pancur kepada Allah SWT, atas rejeki berupa panen yang melimpah tahun ini. Sekaligus, untuk memelihara tradisi dan adat istiadat dari nenek moyang yang telah diwariskan kepada kita semua,” tegas Lulus Pujiono, Jum’at (12/5/2017).

Sedekah Bumi Desa Pancur Temayang, Dimeriahkan Pagelaran Tayub Bojonegoro 2
Wakisyanto penabuh gamelan bersama Kerawitan Wahyu Taruno Budoyo Jono Temayang, di acara Pagelaran Tayub Bojonegoro, dalam acara Sedekah bumi Desa Pancur, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (12/5/2017).

Usai selamatan, siang hingg sore harinya dilaksanakan pagelaran tayub Bojonegoro yang digelar di halaman rumah Kepala desa Pancur Lulus Pujiono. Dalam gelar seni tayub tersebut tampil 4 (empat) waranggana yakni, Nyi Priyati dari Bakulan Temayang, Mujiati dari Desa Jono Temayang, Rumiati dan Klis Ngasem, semuanya berasal dari Bojonegoro, Jawa timur.

Turut memeriahkan acara tersebut, Kerawitan Wahyu Taruno Budoyo pimpinan Irikimo dari Desa budaya Jono, Temayang. Menampilkan pramugari atau penata beksan (beksan, istilah joget dalam seni tayub) Ki Gentho dari Desa Kunci, Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Kades Pancur Lulus Pujiono digedok oleh 4 (empat) waranggana, dengan dinyanyikan gending (lagu jawa), yang selanjutya, dia berbaur bersama puluhan warganya untuk beksa bersama mereka, mengikuti gerak irama Langen tayub tersebut.

Warga berbondong-bondong ke lokasi pagelaran tayub, baik yang tua, muda hingga anak-anak, tumplek blek di acara Pagelaran Tayub dalam acara sedekah bumi Desa Pancur tersebut. Tak hanya, siang hingga sore hari, namun acara pagelaran tayub juga digelar semalam suntuk, dengan tempat yang sama yaitu di halaman rumah Kepala desa Pancur Lulus Pujiono tersebut. **(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More