Ditemukan Ular Piton Raksasa Panjang 4 Meter, di Desa Sandingrowo, Soko

0 147

TUBAN (Rakyat Independen)- Penemuan ular raksasa sempat menghebohkan warga di Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pasalnya, ular yang ditemukam oleh Sukip yang juga tinggal di desa setempat, panjangnya hingga 4 (empat) meter. Sontak, penemuan tersebut memicu warga untuk datang berbondong-bondong untuk melihat temuan ular piton raksasa tersebut, Rabu (10/5/2017) sekira pukul 22:30 wib.

Penemuan tersebut, berawal saat Sukip sedang melaksanakan aktifitas rutin tiap malam yaitu mencari katak (nyuluh, Jawa red), di sawah dan aliran air yang ada di sekitar rumahnya itu. Dalam aktifitas Rabu (10/5/2017) sekira pukul 22:30 wib, dia mengetahui ada ular piton raksasa dengan panjang 4 meter. Dia ketakutan dan lari untuk memanggil Kokok (21) yang juga tetangganya itu yang memiliki keahlian menjinakkan bisa ular.

“Saya kaget, saat ada ular piton raksasa itu sehingga saya panggilkan Dhik Kokok agar segera membantu menangkap ular raksasa itu. Sebab, kalau tak ditangkap, ular itu juga membahayakan warga desa sini (Desa Sandingrowo) mas,” tegas Sukip, saat ditemui di rumahnya, Kamis (11/5/2017).

Ditemukan Ular Piton Raksasa Panjang 4 Meter, di Desa Sandingrowo, Soko 1
Kerumunan warga yang pengen melihat ular piton raksasa yang ditemukan Sukip (55) saat yang bersangkutan sedang mencari katak di sawah dekat rumahnya di Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, Kabupaten Bojonegoro Rabu (10/5/2017).

Usai dijinakkan oleh Kokok, ular raksasa itu langsung dimasukkan keranjang dan dibawa pulang ke rumah Sukip dan kini ditaruh di keranjang dan ditempatkan di halaman rumah Sukip yang berada di Dusun Nganten, RT 04, RW 06, Desa Sandingrowo, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Ular itu ditempatkan di sebuah keranjang karena ular itu sudah jinak dan menjadi tontonan warga sekitar.

Kepada rakyatindependen.id, Sukip berniat menjual ular raksasa tersebut,sebab dia kesulitan untuk mengurus makannya dan tak sanggup menyiapkan kandangnya. Takutnya, jika tak ditaruh di kandang, tiba-tiba ular tersebut pergi (ngleser, Jawa red) dan bisa membahayakan warga sekitar rumah Sukip itu.

“Kalau ada yang mau beli, mau saya jual mas. Monggo kalau mau sampean beli,” kata Sukip sambli tertawa cengengesan, Kamis (11/5/2017).

Hingga berita ini diaplaud, warga masih berdatangan untuk melihat ular raksasa tersebut. Mereka rata-rata penasaran pengen tahu dan melihat ular raksasa itu dari dekat. **(Muji/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More