Warga Bojonegoro Gantung diri Lagi. Kali Ini Menimpa Warga Cendono Padangan

0 145

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Lagi, warga di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, tewas bunuh diri dengan cara gantung diri. Kali ini, kejadian dialami oleh Ngasiran (43) seorang petani asal Desa Cendono, RT 10, RW 02, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa timur, Selasa (9/5/2017) sekira pukul 09:00 wib.

Kejadian itu, diketahui oleh isrinya Pratini (29), yang pulang setelah mengantarkan anaknya sekolah. Karena saat itu, rumahnya dalam keadaan terkunci, maka dia masuk rumah melalui jendela yang ada di barat rumahnya itu.

Alangkah terkejutnya, saat dia masuk rumah dan sudah mendapati suaminya dalam kondisi sudah menggantung di bahu danyang rumahnya. Lalu, dia keluar rumah lagi dan berteriak minta tolong, sambil mendatangi rumah Kepala Dusun (Kasun) Cendono Agus Priyono (53), yang rumahnya tak jauh dari rumah korban. Mengetahui kejadian itu Umar yang juga saudara korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Padangan.

Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani Rinawan,SH, membenarkan adanya kejadian warga Cendono yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu. Diduga, korban memiliki gangguan jiwa sehingga nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri gantung diri.

“Menurut istri korban, Ngasiran diduga mengalami gangguan jiwa. Sebab, korban diketahui sudah tiga kali mencoba melakukan bunuh diri. Kali ini, adalah bunuh diri yang ketiga kalinya dan berhasil membuat korban nyawanya tak tertolong lagi karena ditemukan sudah dalam keaadaan tewas,” tegas Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani Rinawan, Selasa (9/5/2017).

Menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi korban, olah TKP dan menanyai para saksi mata dalam kejadian tersebut. Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani Rinawan,SH, datang bersama Kanit Reskrim AKP Puspito, Kamit Lantas AKP Pudji Hardjono, KSPK Aiptu Liswanto, Bhabinkamtibmas Cendono Aiptu Mariyun, Panit Reskrim Aiptu Edy Priyono dan anggota Reskrim Bripka Yudhi,S.

Guna mengetahui penyebab kematian korban, telah dilakukan pemeriksaan medis oleh dr Fajar Aninda dari Puskesmas Padangan. Dalam pemeriksaan luar itu, korban memiliki tinggi badan 170 centimeter, berat badan 60 Kilogram, memakai kaos pendek warna coklat, memakai Celana Pendek warna biru, memakai celana dalam warna hitam, alat kelamin mengeluarkan Sperma dan tidak ada tanda tanda kekerasan atau penganiayaan.

Masih menurut Kapolsek, sesuai dengan keterangan Wardi yang juga ayah korban, Ngasiran sudah 15 Tahun mengalami gangguan kejiwaan dan sdh tiga kali akan mencoba gantung diri. Berdasarkan Keterangan Pratini yang juga istri koban, bahwa suaminya itu sudah 2 (dua) tahun berobat di dokter syaraf Ida Dewi Lestario.

Dalam kejadian tersebut, ditemukan tali yang digunakan gantung diri adalah tali tikar plastik dan ikatan simpul hidup, tinggi bahu danyang dengan lantai sekitar 185 Cm, Bahu danyang – Simpul Tali 55 Cm.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Karena tak ditemukan bukti kekerasan atau penganiayaan sebelum Korban ditemukan tewas gantung diri itu,” ungkapnya.

Sehingga, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan. **(Kis/Rudi).

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Lagi, warga di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, tewas bunuh diri dengan cara gantung diri. Kali ini, kejadian dialami oleh Ngasiran (43) seorang petani asal Desa Cendono, RT 10, RW 02, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa timur, Selasa (9/5/2017) sekira pukul 09:00 wib.

Kejadian itu, diketahui oleh isrinya Pratini (29), yang pulang setelah mengantarkan anaknya sekolah. Karena saat itu, rumahnya dalam keadaan terkunci, maka dia masuk rumah melalui jendela yang ada di barat rumahnya itu.

Alangkah terkejutnya, saat dia masuk rumah dan sudah mendapati suaminya dalam kondisi sudah menggantung di bahu danyang rumahnya. Lalu, dia keluar rumah lagi dan berteriak minta tolong, sambil mendatangi rumah Kepala Dusun (Kasun) Cendono Agus Priyono (53), yang rumahnya tak jauh dari rumah korban. Mengetahui kejadian itu Umar yang juga saudara korban kemudian melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Padangan.

Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani Rinawan,SH, membenarkan adanya kejadian warga Cendono yang mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri itu. Diduga, korban memiliki gangguan jiwa sehingga nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri gantung diri.

“Menurut istri korban, Ngasiran diduga mengalami gangguan jiwa. Sebab, korban diketahui sudah tiga kali mencoba melakukan bunuh diri. Kali ini, adalah bunuh diri yang ketiga kalinya dan berhasil membuat korban nyawanya tak tertolong lagi karena ditemukan sudah dalam keaadaan tewas,” tegas Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani Rinawan, Selasa (9/5/2017).

Menindak lanjuti laporan tersebut, pihaknya langsung datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan evakuasi korban, olah TKP dan menanyai para saksi mata dalam kejadian tersebut. Kapolsek Padangan Kompol Eko Dani Rinawan,SH, datang bersama Kanit Reskrim AKP Puspito, Kamit Lantas AKP Pudji Hardjono, KSPK Aiptu Liswanto, Bhabinkamtibmas Cendono Aiptu Mariyun, Panit Reskrim Aiptu Edy Priyono dan anggota Reskrim Bripka Yudhi,S.

Guna mengetahui penyebab kematian korban, telah dilakukan pemeriksaan medis oleh dr Fajar Aninda dari Puskesmas Padangan. Dalam pemeriksaan luar itu, korban memiliki tinggi badan 170 centimeter, berat badan 60 Kilogram, memakai kaos pendek warna coklat, memakai Celana Pendek warna biru, memakai celana dalam warna hitam, alat kelamin mengeluarkan Sperma dan tidak ada tanda tanda kekerasan atau penganiayaan.

Masih menurut Kapolsek, sesuai dengan keterangan Wardi yang juga ayah korban, Ngasiran sudah 15 Tahun mengalami gangguan kejiwaan dan sdh tiga kali akan mencoba gantung diri. Berdasarkan Keterangan Pratini yang juga istri koban, bahwa suaminya itu sudah 2 (dua) tahun berobat di dokter syaraf Ida Dewi Lestario.

Dalam kejadian tersebut, ditemukan tali yang digunakan gantung diri adalah tali tikar plastik dan ikatan simpul hidup, tinggi bahu danyang dengan lantai sekitar 185 Cm, Bahu danyang – Simpul Tali 55 Cm.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Karena tak ditemukan bukti kekerasan atau penganiayaan sebelum Korban ditemukan tewas gantung diri itu,” ungkapnya.

Sehingga, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan. **(Kis/Rudi).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More