Pagelaran Tayub Untuk Sedekah Bumi Sratu, Digelar Di Plataran Sendang Agung

0 175

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Siang itu, udara di sepanjang Jalan Raya Bojonegoro ke Baureno, terasa panas menyengat. Maklum, kondisinya sudah mulai memasuki musim kemarau. Akan tetapi, begitu masuk plataran Sendang Agung yang berada di Dusun Sratu, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, udaranya terasa dingin dan terasa cukup nyaman.

Kalimat di atas, melukiskan situasi Sendang Agung Sratu, tempat digelarnya Pagelaran Seni Tayub memeriahkan Sedekah bumi Dusun Sratu, yang di gelar di Plataran Sendang Sratu itu. Sejuknya lingkungan Sendang Agung Sratu dengan banyaknya pohon besar dan rindang membuat warga betah untuk menyaksikan seni tayub yang merupakan kesenian asli Bojonegoro itu.

Dalam Pagelaran seni tayub tersebut menampilkan Waranggana Barsih dari Jatirogo Tuban dan Ismawati dari Temayang, Bojonegoro, yang mampu menjadikan acara tayub itu cukup semarak. Acara dimeriahkan oleh Kerawitan Agung Budoyo dari Leran Wetan, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban serta tampil sebagai pelaku beksan (istilah Joget, di Seni Tayub) yaitu pramugari Ki Darko dari Sumberarum, Kecamatan Dander, Bojonegoro.

Pagelaran Tayub Untuk Sedekah Bumi Sratu, Digelar Di Plataran Sendang Agung 1
Suasana, beksan tayub dan para penonton dalam acara sedekah bumi di Sendang Agung, Dusun Sratu, Desa Sraturejo, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (8/5/2017)

Beksan tayub di siang hari itu, dimulai sekira pukul 13:00 wib dan berakhir pukul 17:00 wib itu, dihadiri Kades Sraturejo Supriyadi (40), perangkat desa, tokoh masyarakat serta para warga setempat. Tampak hadir, para pecinta seni tayub dari daerah sekitarnya. Warga setempat yang merasa ‘nanggap tayub’ itu juga ‘tumplek blek’ datang ke lokasi acara di Sendang Agung Sratu untuk ikut menyaksikan seni tayub tersebut.

Pagi hari, sebelum acara Pagelaran Seni Tayub, dilaksanakan selamatan dengan tumpengan di plataran Sendang Agung Sratu itu, untuk bersama-sama berdo’a agar diberikan keselamatan dan kesehatan serta dijauhkan dari segala mara bahaya.

Sementara itu, Kades Sraturejo Supriyadi (40) saat ditemui di sela-sela acara selamatan Tasyakuran dalam sedekah bumi di Sendang Sratu itu mengatakan, bahwa sedekah bumi merupakan wujud rasa syukur warga Dusun Sratu kepada Allah SWT atas berkah panen yang diterimanya.

“Sedekah bumi ini merupakan wujud rasa syukur warga Dusun Sratu, karena telah berhsil memperoleh panen tahun ini dengan hasil yang cukup bagus. Selain itu, sedekah bumi merupakan kegiatan warga yang mampu menjaga adat istiadat, tradisi dan budaya sehingga tercipta sebuah kebersamaan dan kegotong-royongan sehingga mampu mempererat jalinan komunikasi dan silaturahmi antar warga,” ungkap Kades Sraturejo Supriyadi, Senin (8/5/2017).

Masih menurut pria yang akrab disapa Jefri itu, bahwa kegiatan sedekah bumi di Sendang Agung Sratu itu, sudah dilakukan secara turun menurun oleh nenek moyang dan sudah menjadi tradisi yang terpelihara dengan baik hingga saat ini.

“Kegiatan selalu dilaksanakan di hari Senin Pon pada Kalender Jawa, yang selalu digelar pada saat habis panen padi. Dan kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap setahun sekali,” pungkasnya. **(Kis/Har).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More