Jelang Musim Kemarau. BPBD Bojonegoro Lakukan Assesment Daerah Kekeringan, Untuk Penyaluran Air Bersih

108

BERITA BOJONEGORO Menjelang musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro himbau masyarakat lebih bijak dalam penggunaan air bersih. Pasalnya, wilayah Bojonegoro merupakan daerah yang rawan bencana kekeringan di saat musim kemarau di setiap tahunnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Bojonegoro Eko Susanto mengatakan sebagai bentuk persiapan dan kesiapsiagaan BPBD dalam penanggulangan dampak musim kemarau, setelah lebaran pihaknya melakukan assesment untuk daerah yang rawan kekeringan.

“Bahkan bila diperlukan sesuai dengan permintaan, akan kita kirim bantuan air bersih seperti tahun 2020 yang lalu,” demikian disampaikan Kasi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Bojonegoro, Eko Susanto, Kamis (6/5/2021).

Masih menurut pria yang akrab disapa Pak Eko itu menuturkan, untuk tahun 2020 lalu, ada sebanyak 79 desa yang mendapatkan bantuan air bersih yang tersebar di 22 kecamatan atau sebanyak 5.329 KK Se-kabupaten Bojonegoro.

Ditambahkannya, dengan kondisi tersebut, pihak BPBD terus berupaya untuk terus berkoordinasi dengan PDAM terkait pipanisasi air bersih di wilayah yang selama ini selalu mengalami kekeringan.

“Ada bebrapa kecamatan yang menjadi langganan kekeringan, seperti Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, Sumberrejo, Dander, Purwosari, Bubulan, Ngasem dan Ngraho,” kata Pak Eko menegaskan.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air menjelang musim kemarau dan juga tetap waspada akan terjadinya kebakaran akibat kelalaian kita sehingga nantinya tidak merugikan orang lain dan diri kita sendiri.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More