Buat Yang Klasik, Cocok jajal Loco Tour Di Cepu

56

Berita Blora – Cepu Meskipun lebih dekat dengan Bojonegoro namun Cepu ini masuk daerah kabupaten Blora. Dimana di Cepu ada satu lagi wisata unik yakni Loco Tour Cepu. Dengan naik ini kalian akan menikmati suasa asrinya Perhutani Cepu.

Semula lokomotif tua milik KPH Cepu itu merupakan sarana untuk menarik gerbong pengangkut kayu dari hasil hutan. Belakangan sejumlah lokomotif milik KPH Cepu tidak lagi bisa dioperasikan, mengingat usianya yang tak lagi muda.

“Lokomotifnya kira-kira produksi tahun 1928,” ujar Asisten Manajer Pengembangan Wisata dan Aset Perhutani KPH Cepu, Agung Sugiarta, saat ditemui Tribunjateng.com, Kamis (29/4/2021).

Sebagai pengganti lokomotif tua, pengelola menggunakan lokomotif diesel Ruston. Sementara lokomotif tua masih tersimpan apik di depo milik Perhutani. Pengunjung dapat menyaksikan sembari membayangkan betapa perkasanya lokomotif uap waktu itu.

Tercatat lokomotif tua milik KPH Cepu semula ada empat. Masing-masing merupakan produksi dari Berliner Maschinenbau dari Jerman. Empat lokomotif tersebut masing-masing diberi nama Tujuhbelas, Agustus, Bahagia, dan Madjoe.

“Untuk yang lokomotif Madjoe itu dibawa ke Jakarta ke direksi (Perhutani) pusat,” katanya.

Pengembangan wisata sejarah itu mulai dikembangkan oleh KPH Cepu sejak 2015. Sebelumnya sejumlah lokomotif tak lagi beroperasi sejak 1990-an untuk mengangkut kayu karena sudah tergantikan oleh alat transportasi lain.

Saat ini, pengelolaan telah diserahkan oleh Hargo Dumilah Group. Tercatat serah terima pengelolaan sejak 26 September 2020.

“Biar lebih profesional, kami serahkan pada pihak ketiga yang memang konsen di bidang pariwisata,” kata dia.

Cukup bayar Rp 20 ribu

Harga tiket masuk ke lokasi Loco Tour pengunjung tarifnya Rp 10 ribu. Kemudian untuk menikmati sensasi menaiki gerbong tua di Loco Tour Cepu, pengunjung cukup ditarik Rp 20 ribu. Minimal penumpangnya yakni 15 orang.

Selama menumpang di keretau tua, pengunjung akan diajak menyusuri rel tua sekitar 3 sampai 4 kilometer. Waktu yang diperlukan untuk jarak sejauh itu yakni sekitar 40 menit.

“Dari Loco Tour ini, ketera akan melaju sampai TPK Batokan terus balik lagi ke sini,” kata dia.

Selain sensasi menaiki kereta tua, pengunjung bisa menikmati suasana teduh di kawasan lokasi wisata tersebut. Hamparan taman bungan bisa menjadi penyejuk mata. Di situ juga tersedia sejumlah gazebo yang bisa dijadikan tempat untuk berkumpul bersama keluarga.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More