Sedekah Bumi Klumpit, Dengan Tradisi Selamatan dan Pagelaran Tayub Tuban

0 257

TUBAN (Rakyat Independen)- Selamatan sedekah Bumi Desa Klumpit, Kecamatan Soko, Tuban, jatim, yang dilaksanakan, Rabu (4/5/2016), diadakan di Sendang Wedok, juga di Sendang Lanang dan Sendang Ngorak’an. Tiga lokasi sendang itu, berada di tengah-tengah desa tersebut.

Kegiatan sedekah bumi diawali dengan Selamatan atau tumpengan, dimana warga berbondong-bondong membawa tumpeng lengkap dengan lauk-pauknya. Tidak hanya itu saja, dalam tumpeng tersebut juga terdapat kue khas perdesaan seperti kucur, krecek, tape ketan dan kue-kue lainnya untuk dibawa ke Sendang Wedhok, Sendang Lanang dan Sendang Ngorak’an. Hanya saja, diantara ketiga sendang itu, yang menjadi pusat sedekah bumi adalah Sendang Wedhok.

Sedekah bumi yang dilaksanakan setiap Hari Rabu Wage di bulan Mei itu, juga ada tradisi tambahan yaitu dengan selamatan tumpeng di setiap tempat yang ada sumber airnya. Baik Sendang-sendang kecil, mata air atau sumur galian, juga turut dijadikan sasaran ajang selamatan,

“Sedekah bumi dipusatkan di Sendang Wedhok, untuk tempat-tempat yang lain, juga dijadikan tempat selamatan di acara sedekah bumi Desa Klumpit ini. Karena ini, merupakan tradisi nenek moyang yang masih terpelihara dengan baik di desa kami,” ujar Kepala Desa Klumpit Fatkhurrohman (49) kepada rakyatnesia.com, Rabu (4/5/2016).

Ditambahkan, Warga Desa Klumpit masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat nenek moyangnya yaitu para pendahulunya yang menjadi cikal bakal berdirinya Desa Klumpit. Tidak hanya itu, usai selamatan yang selesai pukul 12.00 WIB itu, acara dilanjutkan dengan Pagelaran langen Tayub Tuban yang digelar di halaman rumah Kpala Desa Klumpit Fatkurrohman (49).

Para warga desa terutama yang laki-laki baik yang muda maupun yang tua, turut menghadiri tayuban yang di gelar di halaman rumah Kades Klumpit itu. Mereka datang untuk ikut memeriahkan sedekah bumi dengan mengikuti beksan (Joget, istilah dalam tayub) Tayub Tuban itu. Acara dimeriahkan oleh Seni Kerawitan Wahyu Kalijogo.

Dalam acara tersebut, tampil 2 (dua) Waranggana yakni Nyi Punarti dan Nyi Pastiani dari Jatirogo. Sebagai Pramugari (istilah, penata beksan tayub) yaitu Rusnadi dari Kanorejo, Rengel, Tuban.

Dari pantauan rakyatindependen di lapangan menyebutkan, beberapa warga yang ditemui masih memegang teguh tradisi nenek moyangnya. Seperti halnya dengan penuturan salah seorang tokoh masyarakat Desa Klumpit, Muridan (53). Menurutnya, warga Klumpit itu, tidak mau jika sedekah bumi atau acara yang biasa disebut manganan itu ditunda alias diundur.

“Warga Klumpit sini, sangat antusias untuk mengikuti kegiatan sedekah bumi. Karena mereka meyakini, jika sedekah bumi itu merupakan selamatan untuk bumi yang mereka pijaki. Kalau sampai terlambat, pasti akan ada bencana atau mara bahaya yang menimpa warganya. Makanya, kegiatan sedekah itu selalu dilaksanakan tepat waktu yaitu pada hari Rabu Wage di bulan Mei, seperti halnya dengan acara sedekah bumi kali ini,” kata Muridan menegaskan.

Sebelumnya, Selasa (3/4/2016) dilaksanakan Pentas Orkes Malayu Putra Dewa dari Selogabus, Parengan, Tuban. Tampil sederet artis dari Kota Tuban dan Bojonegoro. Acara pentas music tersebut, menjadi sajian acara Melek’an malam sedekah bumi Desa Klumpit itu. **(Kis/Muji).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More