Safari Ramadhan di Ngadiluwih, Ngasem, Bupati Bojonegoro Tegaskan Agar Warganya Tak Mudik Lebaran, Tekan Sebaran Covid-19

96

BERITA BOJONEGORO (rakyatnesia.com) –  Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muawanah kembali menghimbau warganya, agar tidak mudik lebaran, di hari raya Idul Fitir 1442 H/ 2021 M ini. Hal itu sebagai langkah menekan penyebaran virus Covid-19 di Bumi Angling Dharma ini.

Penegasan itu disampaikan Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah saat memberikan sambutan dalam acara Safari Ramadhan yang di gelar di Desa Ngadiluwih, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (29/4/2021). 

Lanjut Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – himbauan itu disampaikan, menindak lanjuti sesuai Adendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang peniadaan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H dan upaya pengedalian penyebaran Covid 19 selama bulan Ramadhan 1442 H ini.

“Jangan sampai, kasus yang sekarang terjadi di Negara India, terjadi pula di negara kita,” ucapnya.

Masih menurut Bu Anna, berdasarkan analisis data dari pemerintah pusat sebanyak 89 juta orang akan melakukan mudik jika itu dilonggarkan. Setelah diperketat turun menjadi 23 juta orang per tanggal 22 April 2021.

“Maka dilakukan pengetatan kembali mulai tanggal 6 Mei, turun menjadi 18 juta orang yang tersebar di seluruh Indonesia,” kata Bu Anna menegaskan, Kamis (29/4/2021).

Ditambahkan, data dari pemerintah setelah libur panjang tren kasus Covid-19 meningkat. Dan sekarang jenis virusnya bukan dari China lagi, tetapi jenis virus G.

“Meskipun Bojonegoro sudah masuk zona kuning, kita tidak boleh lengah dalam menanggulangi Pandemi Covid-19ini,” tuturnya.

Bu Anna, berkenan memberikan santunan kepada anak yatim piatu dalam kegiatan Safari Ramadhan yang digelar di Ngadiluwih, Ngasem tersebut.

Perlu diketahui, untuk update sebaran Covid-19 di Kabupaten Bojonegoro Per-Tanggal 29 April 2021, yakni, kasus konfirmasi positif sebanyak 16 orang. Konfirmasi positif kumulatif sebanyak 1456 orang, meliputi aktif (dirawat) 16 orang, sembuh 1397 orang dan meninggal dunia 43 orang.  Untuk kasus suspect sebanyak 12 orang.

Tampak hadir, Camat Ngasem Waji, beserta Forkopimcam, Kades Ngadiluwih Yatmo beserta perangkatnya, tokoh agama, tokoh perempuan dan undangan lainnya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More