Polres Bojonegoro Gelar FGD dengan BKP, Lakukan Kesepakatan Untuk Bojonegoro Yang Aman dan Damai

98

BERITA BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Sebanyak 20 Perguruan yang tergabung dalam Bojonegoro Kampung Pesilat (BKP) mengahadiri Forum Group Diskusi (FGD), di Gedung Rupatama AP I Rawi, Mapolres Bojonegoro, Senin (19/4/2021).  

Para Ketua yang berasal dari 20 Perguruan Pencak Silat yang ada di Kabupaten Bojonegoro itu, ikuti kegiatan Diskusi dalam FGD (Forum Group Diskusi) untuk membahas berbagai persoalan yang terjadi akhir-akhir ini dan juga berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang akan datang di wilayah hukum Polres Bojonegoro ini.

Kapolres Bojonegoro, AKBP Eva Guna Pandia yang di wakili Kasat Binmas Polres Bojonegoro, AKP Sujono dalam kata sambutannya menyampaikan bahwa BKP merupakan wadah silaturahmi antar ketua Perguruan dan juga anggota Perguruan silat guna menciptakan kondisi Bojonegoro yang aman, tertib, damai dan nyaman.

Lanjut AKP Sujono, dengan demikian BKP juga bagian dari bentuk upaya membantu kepolisian dalam menciptakan suasana Kamtibmas dengan baik, aman dan terkendali.

“BKP sudah mampu mengendalikan anggota pencak silat di Bojonegoro untuk tetap guyub dan rukun, serta mampu memberikan peluang agar tetap terjalin silaturahmi Deni kedamaian antara anggota pencak silat serta menyatukan perbedaan yang ada dalam satu wadah BKP,” ungkap Sujono, Senin (19/4/2021).

Kasat Intelkam Polres Bojonegoro, AKP Beni Ulang Setiawan juga mengungkapkan bahwa dari data kejadian dan peristiwa dan melibatkan oknum anggota pencak silat yang ada di wilayah Bojonegoro maupun di Jawa Timur, harus menjadi perhatian semua insan pencak silat.

“Tidak semua peristiwa untuk menjadi tolak ukur dari nilai persaingan, dan apa yang terjadi haruslah menjadi interopeksi.dan kesadaran diri dari semua pihak, jangan sampai terulang atau terjadi di Kabupaten Bojonegoro,” kata Kasat Intel AKP Beni Ulang Setiawan mengaskan.

Sementara itu, Ketua BKP Wahyu Subakdiono menyampaikan, bahwa kerukunan yang ada dan sudah terjalin sejak lama di BKP itu hendaknya tetap terjaga dengan baik. Harus lebih meningkatkan silaturahmi sehingga memiliki dampak sebuah hubungan yang harmonis antar organisasi silat di Kabupaten Bojonegoro ini.

“Setiap persoalan pasti akan datang, dan akan ada, namun dengan komunikasi dan silaturahmi pasti setiap persoalan akan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga mari bersama sama meninggalkan ego kita untuk bisa membuat Bojonegoro Damai, aman dan Nyaman bersama BKP sesuai dengan Motto kita Damai Bersaudara,” katanya.

Adapun kesepakatan dalam Pertemuan Para Ketua Perguruan Pencak Silat di Bojonegoro diantaranya adalah, Menumbuhkan Rasa Persaudaraan yang tulus, saling menghormati, bertanggung jawab, dan sesuai janji sumpah BKP.

Kemudian menegaskan kembali tujuan dibentuknya perguruan pencak silat. Menghimbau kepada seluruh anggota Pencak Silat di Bojonegoro untuk tidak membawa atau mengendarai Knalpot Brong dan merubah kendaraan dari ketentuan yang berlaku demi keselamatan lalu lintas bersama.

Selain itu juga dalam kesepakatan menegaskan kembali larangan penggunaan baju silat, kaos silat diluar kegiatan atau latihan pencak silat yang dapat memicu gesekan atau konflik antar anggota silat, serta tidak melaksanakan kegiatan yang menimbulkan kerumunan pada saat ngabuburit maupun sahur on the road untuk mencegah sebaran Covid 19.

Mempercayakan segala proses hukum kepada penegak hukum, saat ada oknum anggota Pencak Silat yang melanggar tindak pidana, dan untuk saling menghormati perguruan pencak silat yang oknum anggotanya terlibat permasalahan.

Kemudian dari kesepakatan ini ditanda tangani seluruh ketua Perguruan silat dan disaksikan oleh para ketua perguruan silat yang mengikuti acara tersebut melalui zoom metting dari Polsek masing masing. Dimana Ketua BKP Kecamatan didampingi masing-masing Kapolseknya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More