Muncul HOAKS Vaksin Covid Bisa Timbulkan Impotensi

36

rakyatnesia – Pro Dan kontra mengenai vaksin Covid-19 di Indonesia masih banyak terjadi. Parahnya mulai banyak yang berani menyebar hoax mengenai vaksin bernama Sinovac itu Bisa menyebabkan impotensi. Dalam narasi itu, disebutkan, sejumlah pria yang berprofesi sebagai satpam di sebuah perusahaan di Semarang, Jawa Tengah, mengalami impotensi pasca-vaksinasi.

Dari konfirmasi dan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, informasi tersebut tidak benar alias hoaks.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan, sampai saat ini tidak ada laporan efek samping vaksin Sinovac yang terkait impotensi. Selain itu, kandungan yang ada dalam vaksin Covid-19 juga tidak memiliki efek ke alat kelamin seseorang.

Impotensi atau disfungsi ereksi sebagian besar juga disebabkan oleh gangguan psikologis. Narasi yang beredar Informasi tersebut disebarkan di media sosial Instagram oleh akun teluuur pada Rabu (7/4/2021).

Baca juga : Kebakaran Rumah Makan Smart Sambal di Babat, Lamongan. 7 Ruko Hangus Terbakar

Dalam unggahannya, akun tersebut membagikan tangkapan layar percakapan, dengan isi sebagai berikut: “Serius Sumpah demi Allah,. temen suamiku satpam di area semarang semua nya disuruh vaksin dr perusahaan,utung waktu itu suami saya gk brngkt..tau nya semua satpam2 yg di vaksin itu semua nya gak bisa maaf (nga***) Alat kelamin nya..ini nyata saya brani Sumpah di atas alqur’an.!”

Pada slide berikutnya, disebutkan bahwa vaksin yang menyebabkan impotensi itu adalah vaksin Sinovac.

KOnfirmasi Hoax Dari Kompas.com

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar itu, Tim Cek Fakta Kompas.com menghubungi Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi. Nadia mengatakan, klaim bahwa vaksin Sinovac dapat menyebabkan impotensi adalah tidak benar alias hoaks.

“Sampai sekarang tidak ada laporan efek samping terkait impotensi,” kata Nadia saat dihubungi Kompas.com, Senin (19/4/2021). Nadia juga mengatakan, kandungan yang ada di dalam vaksin tidak memiliki efek apa pun terhadap alat kelamin.

“Secara kandungan tidak ada hubungannya, dan kita tahu sebagian besar impotensi itu gangguan psikis,” ujar Nadia. Sementara itu, pihak Sinovac juga membantah adanya efek samping impotensi pasca-divaksin menggunakan vaksin Covid-19 buatan perusahaan tersebut.

Melansir AFP Fact Check, Senin (19/4/2021), Pearson Liu, juru bicara Sinovac Biotech, mengatakan bahwa perusahaan belum pernah menerima laporan efek samping yang terkait dengan disfungsi ereksi/impotensi. “Stres, tekanan, depresi, kecemasan, dan faktor psikologis serta mental lainnya juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi,” kata Liu dalam e-mail balasan kepada AFP, Senin (12/4/2021).

Hoaks vaksin dapat memperbesar alat kelamin pria Sebelumnya, sempat beredar pula informasi palsu, dengan mencuplik potongan berita media cetak, yang menyebutkan bahwa vaksin Sinovac dapat memperbesar alat kelamin pria.

Informasi tersebut kemudian dibantah oleh Juru Bicara Vaksin Covid-19 dari PT Biofarma Bambang Herianto. Bambang mengatakan, informasi yang menyebut vaksin Sinovac dapat memperbesar ukuran penis adalah informasi yang tidak benar. “Jelas hoaks,” ujar Bambang saat dihubungi Kompas.com, 8 Januari 2021.

Kesimpulan

Dari konfirmasi dan penelusuran tim Cek Fakta Kompas.com, informasi yang mengklaim bahwa vaksin Sinovac dapat menyebabkan impotensi adalah tidak benar alias hoaks.

Jubir Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes menyatakan, sejauh ini tidak ada laporan efek samping terkait impotensi. Pihak Sinovac, selaku produsen vaksin, juga belum pernah menerima laporan efek samping yang terkait dengan disfungsi ereksi/impotensi. Selain itu, impotensi atau disfungsi ereksi sebagian besar juga dapat disebabkan oleh gangguan psikologis.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More