PU SDA Bojonegoro Dampingi Tim Kementerian PPIP, Kunjungi Rencana Lokasi Pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko

256

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Tim Kementerian Perekonomian Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (PPIP) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sumber Daya Air (SDA) Kabupaten Bojonegoro melakukan kunjungan lapangan rencana lokasi pembangunan Bendungan Gerak Karangnongko, Jumat (9/4/2021) lalu.

Dinas PU SDA Bojonegoro mengunjungi recana lokasi Bendungan Karangnongko yag berada di Desa Ngelo, Kecamatan Margomulyo. Tujuannya untuk memastikan proyek bendungan gerak akan dimasukkan dalam proyek strategis nasional.

Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Tedjo Sukmono menjelaskan, desain Bendungan Gerak Karangnongko sudah selesai. Bendungan nantinya dapat menampung air sebanyak 63 juta meter kubik.

“Bendungan gerak nantinya dapat mengairi Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Blora, dan sebagian Kabupaten Tuban. Kementerian Perekonomian PPIP meninjau lokasi dalam rangka memastikan proyek bendungan gerak akan dimasukkan dalam proyek strategis nasional,” ungkap Kepala Dinas PU SDA Bojonegoro Tedjo Sukmono.

Lanjut Tedjo Sukmono, dengan kegiatan ini otomatis akan mempercepat proses pembangunan. sementara untuk pembiayaan pembebasan lahan akan dibiayai oleh lembaga aset negara.

Tedjo menjelaskan, pembebasan lahan seluas 592 hektar dari 5 (lima) desa di Kabupaten Blora dan 2 (dua) desa di Wilayah Kecamatan Margomulyo, Bojonegoro.

“Nantinya air sungai bengawan solo akan dibelokkan dulu dan di titik nol ini akan dibangun bendungan gerak. Diperkirakan Bulan Mei akan dilakukan pelelangan fisik,” kata Tedjo Sukmono menegasakan.

Bendungan Gerak Karangnongko dapat menyediakan air baku, dimanfaatkan untuk Bojonegoro sebanyak 5.000 hektar dan untuk Blora sekitar 1000 hektar. Selain itu dapat digunakan sebagai sumber air bersih, pembangkit tenaga listrik dan juga kebutuhan untuk Migas.

“Selama ini, kebutuhan migas masih kurang. Tadinya kapasitas 13 juta meter kubik, nanti 63 juta meter kubik diharapkan dapat memenuhi kebutuhan.”

Sementara itu, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Muawannah di tempat terpisah, yakni saat menghadiri peletakan batu pertama Pembangunan Jembatan Kanor – Rengel (Kare) yang berada di Desa Semambung, Kecamatan Kanor itu mengatakan, bahwa pihaknya telah kedatangan tamu dari Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas.

“Bendungan Karangnongko bertujuan untuk membangun. Anggaran sebesar Rp 2.557 triliun. Saya optimis Bendungan Karangnongko bisa menjadi PSN. Program negara harus jalan, program petani harus jalan, ketahanan pangan harus berjalan sehingga Bendungan Karangnongko salah satu solusi,” tegas Bupati Bojonegoro yang akrab disapa Bu Anna itu. 

Sementara Kepala Desa Ngelo, Tri Maryono ketika dijumpai di titik nol pembangunan Bendungan Gerak mengatakan, sangat antusias dengan pembangunan bendungan gerak karena akan berdampak positif pada kehidupan masyarakat dari sektor ekonomi utamanya.

“Diharapkan dapat bermanfaat untuk warga sekitar dan adanya lapangan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan.”

Tri melanjutkan, adanya perubahan ini sangat luar biasa untuk warga Desa Ngelo, karena nantinya dengan adanya bendungan akan menguatkan kemampuan warga dari segi ekonomi.

**(Yan/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More