Petani Asal Sugihwaras, Kepohbaru Ini, Terpeleset di Embung Hingga Tenggelam

62

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN) – Seorang warga Dusun Karangtengah, Desa Sughwaras, RT 032, RW 005, Kecamatan Kepohbaru, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Kisnarto (41), ditemukan meninggal dunia di Embung desa setempat, Minggu (5/4/2020) sekira pukul 08:45 WIB.

Korban yang sehari-hari bekerja sebagai petani itu, tenggelam di Embung alias Waduk, saat yang bersangkutan mengambil air di Waduk untuk mengompres bibit padi (wineh, Jawa red) di sawah yang letaknya tak jauh dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) tersebut.

Diduga korban terpeleset, saat mengambil air di Waduk. Korban tak bisa berenang sehingga korban tenggelam hingga ditemukan warga dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi alias meninggal dunia.

Saat itu, sekitar pukul 09:00 WIB,  Salam yang juga tetangga korban saat ada di sekitar Waduk mengetahui jika korban hendak tenggelam dan mengacungkan tangan ke atas, tanda minta pertolongan.

Mengetahui kejadian itu, Salam berteriak minta tolong kepada warga yang ada di sekitar Waduk dam datanglah Khanif dan Ruslan yang slanjutnya turur membantu mencari korban.

Upaya warga mencari korban dengan menyelam di dasar waduk itu menemui keberhasilan, sebab sekitar pukul 10:00 WIB, korban berhasil ditemukan, dalam kondisi meninggal dunia.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis terhadap korban, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan penganiayaan sehingga korban dinyatakan meninggal dunia murni akibat tenggelam,” demikian dikatakan Kapolsek Kepohbaru AKP Supriyono kepada para awak media, Minggu (5/4/2020).

“Korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Baureno guna dilakukan pemeriksaan medis. Oleh petugas medis, korban dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam,” ungkap Kapolsek yang akrab disapa Pak Pri tu, serius.

Masih menurut Pak Pri, pihak Polsek Kepohbaru berhasil mengumpulkan barang bukti, berupa pakaian kaus biru dan celana training warna biru.

Keluarganya tidak mau jika korban diotopsi sehingga pihak keluarga korban diminta untuk membuat surat pernyataan bermaterai. Pihak keluarga sudah bisa menerima tentang kematian korban adalah takdir dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selanjutnya, korban diserahkan kepada keluarganya untuk segera dimakamkan.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More