Roboh Diterjang Hujan Lebat, Padi Petani di Blora, dipanen Lebih Awal

0 101

BLORA (Rakyat Independen)- Angin kencang dan hujan deras yang belakangan ini mengguyur wilayah dan sekitarnya, menyebabkan ratusan hektar tanaman padi milik petani rusak. Akibatnya, hasil panennya kali ini, tidak maksimal karena banyak tanaman padi yang tergenang oleh air.

Karwan salah satu petani di kelurahan Mlangsen mengaku, hujan lebat yang terjadi pada Jumat sore lalu, membuat banyak padi yang roboh, sehingga sebagian petani terpaksa panen lebih awal. Para petani terpaksa memanen padinya meskipun belum layak panen.

“Sebetulnya belum layak panen, tapi kalau bulir-bulir padi sudah tenggelam, cepat membusuk dan bijinya rontok, jadi ya harus segera dipanen,” kata Karwan salah satu petani di Kelurahan Mlangsen Senin (4/4/2016).

Menurutnya dari kejadian ini membuat hasil panennya kurang maksimal karena padinya banyak yang roboh dan tenggelam air.

“Sebenarnya masih kurang 10 hari lagi baru panen, tapi kalu tidak segera di panen malah nantinya semakin merugi,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu petani lain Warmin juga mengeluhkan hal yang sama ia terpaksa memanen dini padi miliknya yang roboh diterjang hujan deras disertai angin. Sedikitnya ada 5 (lima) hektare sawah tanaman padi roboh.

“Ya kerugian sekitar hampir 30 persen, kalau tidak segera di panen tentu semakin merugi lagi,” imbuhnya.

Warmin menambahkan meski tidak semua, tetapi beberapa bulir padi yang roboh ditemukan sudah dalam keadaan muncul tunas, karena menempel tanah dan tergenang air.

“Kalau sudah tenggelam air gini berasnya jelek, tapi mau gimana lagi ini sudah resiko petani, karena daerah sini juga langganan banjir,” terangnnya. **(Priyo).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More