Pengobatan Alternatif Penyakit Ala Mbah Surip Madiyunan, Ngasem, Bojonegoro

0 1.463

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Dunia ghaib merupakan sesuatu yang kasat mata sehingga kita tak dapat melihatnya. Seperti halnya dengan dunia ghaib, yaitu pengobatan yang dilakukan seorang paranormal yang tidak bisa diketahui oleh mata telanjang.

Hal itu, seperti yang dilakukan oleh Paranormal di Bojonegoro Mbah Surip. Dalam menolong pasiennya, dia menggunakan metode daun sirih (godhong suroh, Jawa red), dan berbagai minyak untuk mengobati pasien dari berbagai macam penyakit yang dideritanya.

Mbah Surip yang tinggal dan buka praktek di rumahnya di Desa Madiyunan, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jatim itu, menerima pasien setiap hari di rumahnya, kecuali hari jum’at tutup. Sejak pagi, siang dan sore hari, Mbah Surip didatangi puluhan pasien yang menderita berbagai macam penyakit.

Seperti pasien yang datang dari Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, Bojonegoro yang bernama Siti Nur Hidayati (23). Dia menderita sakit kanker otak. Wanita muda yang baru dikarunia satu anak itu, sudah berobat di beberapa rumah sakit dan uangnya sudah habis terkuras, hingga merasa putus asa dan tidak lagi berobat kemana-mana lagi.

“Ada teman yang ngasih tahu saya, agar anak saya berobat ke sini (Mbah Surip). Makanya, anak saya terus saya bawa untuk berobat ke Mbah Surip ini,” kata Hari (56) yang juga ayah Siti Nur Hidayati serius, Minggu (3/4/2016).

Masih menurut Hari, dirinya sudah membawa anaknya untuk berobat ke Mbah Surip 5 (lima) kali. Saat ini, merupakan keenam kalinya dia membawa anaknya berobat ke tempat Mbah Surip. Jikanya sakitnya parah, berobat ke Mbah Surip harus rutin beberapa kali hingga sembuh.

“Beberapa rumah sakit sudah ditempati opname anak saya, tapi semua tidak ada hasilnya. Alhamdulillah, berobat rutin di Mbah Surip, anak saya sudah bisa duduk-duduk dan merasa sakitnya sudah ringan. Sebelum ke sini, dia hanya tidur terlentang, dipakai miring saja nggak bisa,” ujarnya.

Dari investigasi yang dilakukan rakyatindependen.id menyebutkan, tidak hanya Siti Nur Hidayati yang berobat di situ, ada pula 2 (dua) warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kedungadem Bojonegoro yakni, Saemah yang sakit kanker kandungan dan Ronggo yang matanya sakit hingga bengkal (bendhol, Jawa red). Juga ada seorang warga Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro (kota) yang berobat gara-gara sakit lambung. Hanya saja mereka tidak mau disebutkan identitasnya.

Setipa hari, ada puluhan pasien yang ditangani oleh Mbah Surip yang kebanyakan mereka berobat kesembuhan alternatif melalui ramuan dan do’a-do’a Mbah Surip kepada Yang Maha Kuasa itu.

Kepada rakyatindependen.id Mbah Surip mengaku sering menolong masyarakat yang hendak berobat tapi kondisinya miskin dan tidak punya uang untuk berobat. Sudah tidak terhitung, berapa banyak pasien yang telah ditolongnya secara gratis alias tidak bayar.

“Saya ikhlas menolong mereka yang datang berobat ke sini. Pagi tadi, ada empat orang yang datang ke sini, dengan membawa duit pinjaman. Dia mau berobat ke sini, tapi tidak punya duit sehingga pinjam duit ke tetangganya. Mata bathin saya bisa melihat itu, sehingga uangnya saya kembalikan biar dia tidak jadi ngutang,” tegas Mbah Surip.

Ditambahkan, tidak hanya itu, di tempat Mbah Surip sering datang orang minta tolong diobati, tapi ditinggal keluarganya sehingga makan dan minum jadi tanggungan dia. Setelah diobati dan sembuh, orangnya masih diantar ke rumahnya dengan menggunakan kendaraan pribadi miliknya.

“Memiliki keahlian bisa menolong orang, sangat saya syukuri. Ketika ada pasien berobat dan sembuh, saya sudah sangat bahagia karena bisa bermanfaat untuk orang lain,” katanya bangga. **(Kis/Puji).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More