Reses Anggota DPRD Provinsi Jatim Freddy Poernomo, Muncul Banyak Usulan

0 176

BOJONEGORO (Rakyat independen)- Penyerapan aspirasi masyarakat reses I tahun 2016, yang dilaksanakan (29/3/2016) hingga (3/4/2016), oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur DR H. Freddy Poernomo,SH,MH, juga dilaksanakan di Balai desa Bakulan, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jatim, Rabu (30/3/2016).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur DR H Fredy Poernono,SH,MH, dalam sambutanya mengatakan, jika reses itu merupakan akhir masa sidang yang setiap anggota dewan diwajibkan untuk menemui konstituen di daerah pemilihan (dapil) masing-masing.

“Reses adalah akhir masa sidang, dimana setiap anggota dewan wajib melaksanakan reses untuk menampung aspirasi masyarakat, di dapilnya masing-masing. Karena saya berasal dari dapil IX yakni Bojonegoro dan Tuban, sehingga sejak tanggal 29 Maret hingga 3 April, saya mengadakan reses untuk 6 desa di 2 (dua) Kabupaten yakni di Kabupaten Bojonegoro dan Tuban,” tegas pria yang juga menjabat sebagai Plt DPD Golkar Bojonegoro itu.

Reses Anggota DPRD Provinsi Jatim Freddy Poernomo, (2)

Hadir pada acara tersebut, Camat Temayang Muchlisin dan Forpimka (Forum Pimpinan Kecamatan) Temayang, para Kepala desa (kades) Se-Kecamatan Temayang, Kepala Desa Bakulan Sapari, para perangkat desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat, Kader PKK juga masyarakat Buntalan dan sekitarnya.

Beberapa pertanyaan yang muncul dalam reses diantaranya, dari Kades Buntalan yang menyampaikan perlunya ada bantuan ternak sapi untuk wilayah Kecamatan Temayang. Usulan dari Sutiani tentang pembangunan PAUD untuk 3 PAUD di Bakulan yakni PAUD Bakulan, PAUD Kedung Beduk dan PAUD Jeblokan.

Ada usulan dari Zaenuri tentang bisa apa tidak, jika tanah kas desa (TKD) itu dirubah statusnya menjadi hak pembangunan milik organisasi sosial kemasyarakatan. Pertanyaaan itu, langsung dijawab tidak boleh oleh Freddy.

Ada juga usulan dari Sekdes Soko, Temayang, agar ada perhatian terhadap pembangunan jalan yang ada di desanya. Karena di Soko hingga saat ini, masih banyak jalan yang rusak dan banyak pula jalan yang belum tersentuh pembangunan.

“Jalan-jalan di desa Soko masih banyak yang belum tersentuh pembangunan. Mohon ada bantuan dari Bapak Freddy untuk dapatnya memberikan bantuan jalan untuk desa kami,” tegasnya.

Mohammad Sodiq juga ikut urun rembug tentang perlunya pemeliharaan dan perawatan monument pahlawan yang ada di Temayang. Juga mengusulkan untuk merevisi Perda tentang parkir berlangganan yang dilaksanakan oleh Pemkab Bojonegoro.

“Parkir berlangganan itu perlu ditinjau kembali karena ternyata tidak efektif. Kalau sudah gratis, kenapa dimana-mana masih harus bayar parkir. Soalnya APBD Bojonegoro sudah cukup besar yaitu sudah 3 triliun lebih. Kalau dana kabupaten sudah cukup banyak, untuk apa harus membebani masyarakat lagi,” katanya dengan penuh tanda tanya.

Kepala Desa Bakulan Sapari mengatakan, tentang usulan pengadaan air bersih di Desa Bakulan, sudah ada realisasi dan dibangun dengan APBD tahun 2016 ini. Pihaknya, juga setuju dengan usulan Kades Bakulan yang perlu adanya bantuan untuk peternakan sapi.

Dalam menanggapi usulan para undangan yang memadati Balai desa Bakulan itu menegaskan, jika usulan yang telah disampaikan akan diteruskan ke Gubernur Jawa Timur. Dirinya yang mengupayakan untuk meneruskan ke Gubernur, do’akan agar bisa direalisasikan. Bagi yang belum bisa menyampaikan, bisa menyampaikan melalui tulisan.

“Bagi yang belum bisa menyampaikan secara lisan dalam reses ini, bisa menyampaikan usulan melalui tulisan, bisa dititipkan melalui Sekretaris DPD Golkar atau ke anggota DPRD Bojonegoro Sigit Kushariyanto,’ kata pria yang juga Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro itu. **(Kis/Agung MD).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More