Terjatuh di Pematang sawah, Petani asal Semawot, Sukosewu Tewas. Ini Penyebabnya…

0 76

BOJONEGORO (RAKYAT INDEPENDEN)- Diduga akibat sakit darah tinggi yang dideritanya, seorang petani yang bernama H. Ashuri (68), warga Desa Semawot, RT 002, RW 001, yang berada di wilayah Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, akhirnya menghembuskan nafas yang terakhir kalinya alias tewas di pematang sawah, Sabtu (31/3/2018) sekira pukul 16:00 wib.

Kejadian itu, berawal saat korban keluar rumah hendak pergi ke sawah dengan mengendarai sepeda motor Honda Vario miliknya itu. Korban memarkir sepeda motornya di pinggir jalan dan berjalan kaki hingga ke sawahnya, untuk melihat kondisi tanaman padi miliknya itu.

Usai melihat tanamannya, dia berniat pulang dengan berjalan kaki lagi lewat pematang sawah (galengan, Jawa red), untuk menuju ke sepeda motornya yang sedang di parkir di pinggir jalan itu. Sayangnya, belum sampai di lokasi parkir sepeda motornya itu, korban terjatuh di pematang sawah dan tak bangun lagi.

Mengetahui kejadian itu, Suprayitno (50) yang saat itu sedang berada di sawah yang tak jauh dari kejadian langsung menghampiri korban untuk melihat kondisi korban. Betapa kagetnya Suprayitno yang juga tetangga korban itu, saat mengetahui korban sudah tidak bernafas lagi. Sehingga Suprayitno yang juga saksi pertama itu berteriak minta tolong warga yang ada di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara) itu.

Akhirnya datang saksi kedua yaitu Achmad Ismail (62), Perangkat desa setempat dan saksi ketiga yaitu Edy Susanto (43) yang beralamatkan di Desa Semawot, RT 001, RW 001, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan piket jaga ke Mapolsek Sukosewu.

Kapolsek Sukosewu AKP Pujiono,SH, kepada para awak media membenarkan adanya kejadian seorang warga yang bernama H Ashuri (68) yang tinggal di Desa Semawot, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, meinggal dunia (MD) secara mendadak di sawah, Sabtu (31/3/2018) sekira pukul 16:00 wib.

Guna mengetahui penyebab kematian korban, maka dilakukan pemeriksaan oleh Tim Medis dengan didampingi anggota Polsek Sukosewu dengan disaksikan perangkat desa setempat. Dalam pemeriksaan tak ditemui adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan sebelum korban meninggal dunia.

“Korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya. Diduga korban meninggal dunia akibat penyakit darah tinggi yang kambuh sehingga membuat korban terjatuh hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian,” tegas Kapolsek Sukosewu AKP Pujiono,SH.

Dalam kejadian itu, pihak keluarga korban membenarkan jika korban memiliki riwayat hipertensi alias sakit darah tinggi dan masih rutin berobat. Sehingga, oleh keluarganya, korban tak diizinkan untuk di otopsi. Akhirnya, pihak kepolisian meminta agar pihak keluarga korban membuat surat pernyataan bermaterai, yang menyatakan tak akan menuntut siapapun dan pihak manapun dalam kejadian tersebut.

Dengan demikian, jasad korban langsung diserahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan.

**(Sukisno/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More