Sosialisasi Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Makodim 0813 Bojonegoro, Jadi Ajang Silaturahmi

0 86

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Kodim 0813 Bojonegoro menggelar acara Sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi yang bekerjasama dengan perusahaan pupuk PT Petrokimia Gresik, yang digelar di Aula Ahmad Yani Makodim 0813 Bojoinegoro, Kamis (24/3/2016).

Kegiatan yang dimotori oleh Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Kav Donova Pri Pamungkas dengan menggandeng perusahaan pupuk itu, cukup seru. Pasalnya, selain menghadirkan nara sumber dari yaitu Sales Manager Petrokimia Suprapto, hadir pula Ketua DPRD Bojonegoro Hj Mitro’atin dan Bupati Bojonegoro Suyoto yang diwakilkan Asiten III Setyo Yuliono.

Lebih serunya lagi, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol Kav Donova Pri Pamungkas membuat sesi tanya jawab, yang diadakan usai pemaparan tentang mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi itu. Beberapa pertanyaan yang mencuat adalah seputar praktek di lapangan, tentang penjualan pupuk dari distributor ke kios dan kios harus menjual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan masih kurangnya jatah pupuk bersubsidi untuk Kabupaten Bojonegoro.

Sosialisasi mekanisme penyaluran pupuk bersubsidi2

“Kodim 0813 Bojonegoro bersama jajarannya, tidak main-main terhadap segala bentuk penyimpangan dalam penyaluran pupuk. Kodim bersama Polres akan menangkap jika ada oknum distributor atau kios yang mempermainkan harga pupuk sehingga menyebabkan kerugian pada petani kita,” tegasnya.

Ketua DPRD Bojonegoro Hj Mitro’atin yang mendapat kesempatan untuk memberikan sambutanya mengatakan, dirinya tahu betul, bagaimana mekanisme penyaluran pupuk serta kendalanya di lapangan. Sebab, dirinya mengaku, saat masih menjabat sebagai Kepala desa (kades) Tanjung, Tambakrejo, dirinya juga pemilik kios pupuk bersubsidi.

“Saya tahu betul bagaimana sulitnya menghadapi petani, apalagi di saat kios jatah pupuknya tidak mencukupi. Oleh sebab itu, saya akan mengajak Bapak Dandim untuk menghadap ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Jawa timur untuk minta tambahan jatah pupuk untuk Bojonegoro,” tegas wanita yang berasal dari Partai Golkar Bojonegoro itu.

Asisten III Setkab Bojonegoro setyo Yuliono dalam sambutanya mengatakan, sering ada sms (short massage service) ke Bupati Bojonegoro, yang intinya, pupuk sulit diperoleh di Bojonegoro. Akan tetapi setelah di ceck kebenaranya di lapangan, ternyata yang mau beli pupuk itu malah orang luar Bojonegoro atau orang Bojonegoro yang mau membeli pupuk tapi mau dipakai orang luar Bojonegoro.

“Sepanjang, pihak distributor menyalurkan dengan benar sesuai dengan wilayahnya dan kios menjual kepada anggotanya dan tidak ada permainan harga, maka tidak ada kekurangan pupuk atau tidak akan terjadi pupuk langka,” tegas pria akrab disapa Mas Nanang itu.

Sales manager Petrokimia Gresik Suprapto, memaparkan mekanisme penyaluran secara gamblang kepada undangan yang memadati gedung Ahmad Yani di dalam Makodim 0813 Bojonegoro itu. Selain itu, dia juga menyampaikan tentang usulan kuota yang diusulkan oleh pihak Petro ke pemerintah akan tetapi turunnya kuota itu selalu tidak sesuai dengan usulan.

“Kami sudah mengusulkan kuota pupuk sesuai dengan RDKK yang ada. Akan tetapi, usulan itu, dipangkas saat pengajuan di DPR-RI. Seperti contoh untuk usulan secara nasional sebanyak 13,18 juta  ton, yang direalisasi pemerintah hanya 9,55 juta ton,” tegasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari PT Petrokimia Gresik, kebutuhan pupuk Kabupaten Bojonegoro yang diajukan ke Pemerintah, yang di realisasi sangat jauh dari harapan. Seperti halnya dengan pupuk urea yang diajukan 76,075 ton hanya realisasi 54,922 ton. Untuk SP 36 pengajuan 32,987 ton realisasi 15.317 ton. Untuk ZA 37,049 ton realisasi 20.838 ton dan Petroganik pengajuan 158.352 hanya realisasi 25.511 ton.

Kegiatan sosialisasi mekanisme pelayanan pupuk bersubsidi yang dilaksanakan oleh Kodim 0813 Bojonegoro itu mampu menjadi ajang silaturahmi antara Kodim 0813 Bojonegoro sebagai pendamping petani, Perusahaan Pupuk Petrokimia, Dinas Pertanian Bojonegoro, Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Bojonegoro, Pemilik Distributor pupuk bersubsidi, para pemilik kios pupuk yang tersebar di 430 desa/kelurahan dan para Babinsa.

Acara dihadiri 530 orang, yang terdiri dari 359 pemilik kios Se-Bojonegoro, 10 orang pemilik distributor, Komandan Koramil dan Komandan Posramil Se Wilayah Kodim 0813 Bojonegoro, para Babinsa, Kepala UPT Dinas Pertanian Se-Bojonegoro dan undangan lainnya.

Beberapa kios pupuk yang berhasil ditemui rakyatindependen.id mengatakan, jika acara semacam ini sangat bagus. Selain untuk menyamakan tujuan memajukan petani Bojonegoro, acara sosialisasi juga bisa menjadi ajang silaturahmi bagi Kodim 0813 Bojonegoro, Petrokimia Gresik, Para pemilik distributor dan 359 kios pupuk yang tersebar di seluruh Kabupaten Bojonegoro. **(Kis)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More