Warga Keluhkan Sikap Pemdes Drajat, Menggusur Bangunan Warga Tanpa Ada Musyawarah

0 156

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Warga Desa Drajat, Kecamatan Baureno merasa resah dengan kegiatan pembangunan yang sedang dilaksanakan Pemerintah Desa (Pemdes) setempat. Pasalnya, pembangunan drainase yang dilaksanakan di ligkungan RT. 11 hingga16 itu, dengan memperlebar jalan hingga ada bangunan rumah dan pagar warga yang tergusur.

Beberapa pagar milik warga harus dibongkar, yakni milik Sukirno (45) dan milik Khalim warga di lingkungan RT 12, Dusun Mantup, Desa Drajat, Kecamatan Baureno, Bojonegoro. Selain itu, ada juga pagar milik H. Abdhu dan rumah bagian belakang harus dibongkar, gara-gara akan dibangun drainase oleh pihak Pemdes setempat.

Pembongkaran pagar milik Sukirno dan Khalim sudah dibongkar Minggu (20/3/2016), sedangkan pagar dan rumah milik H Abdhu belum dibongkar. Karena pembangunannya belum sampai di depan rumah H. Abdhu itu. Kondisi pagar yang dibongkar itu, saat ini sudah digali untuk dibangun drainase (saluran air).

warga keluhkan sikap Pemdes drjat, menggusurSaat dimintai komentarnya Sukirno (45) mengatakan, dirinya sebetulnya keberatan dengan pembongkaran pagar yang dilakukan oleh pihak desanya itu. Dia mengaku tidak pernah diajak musyawarah terkait masalah itu. Lanjutnya, dia hanya dikasih tahu oleh salah seorang perangkat desa, jika pagarnya mau digusur karena pagarnya menempati tanah desa.

Senada dengan komentarnya Sukirno, seorang warga Dukuh Mantup Hartono juga mengeluhkan tentang apa yang dilakukan oleh kepala desa Drajat itu sangat sewenang-wenang. walaupun bertujuan baik untuk membangun desa, harusnya tetap diawali dengan musyawarah warga.

“Masyarakat itu tidak sulit, jika mereka diajak bicara melalui musyawarah desa. Ini pemerintahan dan pemerintah desa itu punya aturan. Bukan gawe sak karephe dhewe,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Drajat Tulus Tri Yulianto membenarkan jika ada pembangunan drainase hingga membongkar pagar rumh warga. Hal itu, dilakukan agar tanah desa berupa jalan itu ukuranya kembali seperti semula. Dalam pengukuran itu, pihak pemdes berpedoman pada buku kretek desa.

“Kita pengen mengembalikan asset desa berupa lebar jalan lingkungan itu. Kita melaksanakan itu, sesuai dengan peta kretek desa. Jika ada pagar atau bangunan yang terkena penggusuran, berarti mereka telah mendirikan bangunan, di tanah desa. Sehingga pagar kita bongkar, untuk kegiatan pembangunan drainase itu,” tegasnya.

Masih menurut Tulus Tri Yulianto, dirinya juga mengakui kalau dalam pembangunan tidak melaksanakan musyawarah dulu dengan pemilik warga. Hanya saja, kegiatan pembangunan yang dilaksanakan itu sudah sesuai dengan APBDes Desa Drajat Tahun 2016. Dimana, dalam pembuatan APBDes juga sudah melalui musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes) dan tahapan perencanaan yang cukup matang.

Ditambahkan, dirinya mengakui jika pasti ada warga yang merasa dirugikan terhadap pembangunan yang menggusur bangunan milik warga itu. Apalagi, pihak desa tidak memberikan ganti rugi. Akan tetapi, yang dirugikan hanya beberapa orang saja, akan tetapi yang diuntungkan banyak orang.

“Ada warga yang terkena penggusuran sehingga pagarnya dibongkar. Tapi, sebagian besar pasti merasa senang karena jalan lingkunganya dibangun drainase dengan ukuran tanah yang dimiliki oleh desa, sehingga jalan lingkungan jadi lebar dan luas,” tegasnya.

Data yang berhasil dihimpun rakyatindependen.id di lapangan menyebutkan, pembangunan desa Drajat itu berada di lingkungan Dusun Drajat dengan panjang bangunan drainase sekitar 700 meter itu. Pembangunan menggunakan Dana Desa (DD) Tahun 2016. Karena dana belum keluar, maka pihak desa memberikan dana talangan. Perkiraan dana cair bulan April atau Mei dan di bulan itu sudah masuk di bulan puasa.

“Kita sengaja memberikan dana takangan dulu, untuk membangun drainase itu. Sesuai dengan rencana APBDes Desa Drajat tahun 2016. Kita kerjakan dulu, sebab jika cair bulan April hingga Mei berarti sudah masuk bulan puasa. Kalau pembangunan dilaksanakan pada bulan puasa, maka kita akan kesulitan mencari tenaga kerja,” pungkasnya. **(Kis/Yoyon).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More