Ketahuan Selingkuhi Warganya, Seorang Oknum Perangkat Desa di Temayang, Bojonegoro

0 168

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Ini perhatian bagi suami yang sering meninggalkan istrinya di rumah sendirian. Pasalnya, istri yang sendirian di rumah, bisa “disolet” tetangganya sendiri. Hal itu, seperti kejadian yang menimpa sebut saja Paimin (35), yang pergi mencari belalang (nyuloh walang, Jawa red), di malam hari. Ternyata, istrinya sebut saja Mawar (29), menerima tamu seorang oknum perangkat desa di salah satu desa di wilayah Kecamatan Temayang, Bojonegoro, Jatim, yang berinisial GN (40), Jum’at (11/3/2016) lalu.

Celakanya, di saat ditinggal suaminya keluar rumah, Mawar menerima tamu seorang laki-laki beristri di dalam kamarnya. Saat mereka baru ngobrol ngalor-ngidul di dalam kamar, mertuanya curiga karena suaminya sedang pergi tapi kok ada suara laki-laki dari dalam kamar itu. Karena penasaran, mertuanya mencari tahu dengan cara mengintip. Betapa kagetnya, ternyata yang ada di dalam kamar itu bukan anaknya akan tetapi GN tetangganya yang berstatus beristri dan beranak satu itu.

Pada saat yang sama, suami Mawar pulang dari mencari belalang dan memergoki, istrinya sedang “adegan pemanasan” dengan oknum perangkat desa yang punya istri dan punya 2 (dua) anak itu. Kontan, Paimin berteriak hingga warga sekitar keluar rumah untuk menyaksikan kejadian tindak asusila itu. Begitu, aibnya ketahuan, oknum perangkat desa yang berinisial GN itu lari terbirit-birit tanpa pamit.

Kejadian seminggu yang lalu itu, tiga hari kemudian yaitu Senin (14/3/2016) baru ramai dibicarakan karena oknum perangkat desa GN itu diadukan oleh Paimin ke Pemerintah desa (Pemdes) setempat, hingga dilakukan pertemuan di Balai/Kantor desa. Pihak pelaku dan korban juga pengadu dihadirkan di Balai desa itu.

“Oknum perangkat desa telah membuat surat pernyataan, jika dirinya berjanji tidak akan melalukan perbuatan yang tidak terpuji itu lagi. Jika ternyata terbukti melakukan lagi, dirinya bersedia diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” demikian disampaikan salah seorang tokoh masyarakat setempat yang tidak mau disebutkan namanya.

Dari kejadian itu, Paimin meminta agar kepala desa (kades) memecat yang bersangkutan dari jabatan perangkat desa yaitu sebagai Kaur Umum. Karena sebagai perangkat desa mestinya menjadi contoh yang baik, tapi dia malah melakukan tindak asusila terhadap warganya.

“Saya usulkan ke Pak Kades, agar oknum perangkat desa GN itu diberhentikan dari jabatan sebagai Kaur Umum. Dipecat wae, mosok perangkat desa tidak bisa jadi contoh yang baik bagi warganya tapi malah berbuat yang tidak senonoh. Isri wargane dhewe kok malah disikat,” katanya dengan nada kesal.

Pasca kejadian itu, justru istri oknum perangkat desa sebut saja Melati (32), yang marah-marah terhadap suaminya dan telah mengusir suaminya sehingga saat ini GN sudah keluar dari rumahnya dan tinggal bersama orang tuanya, yang tinggalnya tak jauh dari rumah istrinya itu.

“Kalau suami saya mau copot dari perangkat, rumah tangga bisa lanjut terus. Karena setelah jadi perangkat desa, buka malah menjadi baik tapi malah kakehen polah,” kata Melati sambil menggerutu.

Beberapa warga yang berhasil ditemui rakyatindependen.id membenarkan peristiwa itu. mereka malah bilang, biar perangkat itu kapok. menurut mereka, GN itu orangnya Tuklengku (Angger bathuk mileng-mileng yo dhuwekku).

“Mudah-mudahan dari peristiwa itu, ada hikmahnya, agar GN tidak selalu ngerusak pager ayu (merusak istri orang). Sebetulnya, tidak hanya Mawar saja, tapi masih banyak juga wanita bersuami yang juga warganya sendiri, diduga telah diselingkuhi oleh GN itu. Mugo-mugo dengan peristiwa ini dia merasa malu. sebab nek whis rumongso isin, wonge srodhok kapok,” kata salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya, dengan nada penuh harap. **(Kis/Team).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More