Ajak Masyarakat Bergotong royong Putus Penyebaran Covid-19, Kapolres Bojonegoro Blusukan Ke Posko PPKM Mikro, di Ngasem

72

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, SIK, MM, MH blusukkan ke berbagai Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro, guna memutus mata rantai penularan virus Covid-19.

Salah satu yang dipantau adalah Posko PPKM Skala Miro yang berada di Desa Ngasem Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Selasa (16/3/2021).

Di Wilayah Kecamatan Ngasem masih terdapat satu orang tersuspect Covid-19. Berdasarkan data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, Per-Tanggal 15 Maret 2021 ada 47 pasien masih dirawat, 38 meninggal dunia dan tersuspect 167 orang.

“Kita mengecek posko PPKM, sarana dan prasarananya.  Posko  PPKM ini untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” kata Kapolres Bojonegoro, AKBP EG Pandia, Selasa(16/03/2021).

Dia mengajak seluruh masyarakat dan berbagai instansi, untuk terus bergotong royong memutus mata rantai penularan Covid-19. Salah satunya dengan pemberlakukan PPKM.

Lanjut Kapolres, fungsi PPKM berskala mikro bertujuan untuk melaksanakan Testing,  Tracing dan Treatmen, dilanjutkan dengan penyemprotan pada rumah dan lingkungan warga yang positif Covid-19 serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk tetap mematuhi Protokol kesehatan dengan 5 M.

“PPKM ini bertujuan Testing,  Tracing dan Treatmen, selain itu upaya kemandirian desa di tengah pandemi ini,” kata Kapolres Bojonegoro menegaskan.

Masih menurut Kapolres, untuk mendukung dan menunjang posko PPKM mempersilahkan kepada Kepala desa untuk mengelola dana PPKM berskala mikro yang diambil dari Dana Desa guna kepentingan masyarakat.

Ditambahkan, adanya posko PPKM untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan keamanan, ketahanan kesehatan, ketahanan pendidikan dan sebagai sumber informasi sehingga membutuhkan anggaran guna kelangsungan posko PPKM ini.

“Apabila terdapat keterbatasan yang menyangkut sarana dan prasarana posko, silahkan Dana Desa dikelola dengan baik untuk keperuntukannya. Apabila kurang paham atau kurang jelas bisa dikoordinasikan  kepada satuan atas,” ungkap AKBP EG Pandia.

Pihak Desa Ngasem, Kepala Desa (Kades) Ngasem, Suhartono  mengaku akan mengikuti instruksi pemerintah, dalam pemberlakuan PPKM untuk memutus mata rantai penularan corona. Selain itu, Tiga Pilar akan terus mendisiplinkan protokol kesehatan (prokes) di tengah masyarakat dan memantau warganya yang terpapar Covid-19.

“Kami akan menjalankan program prioritas pemerintah, untuk pendisiplinan dan edukasi kepada masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan guna memutus mata rantai penyebaran virus Covid-19,” kata Kades Ngasem, Suhartono menegaskan.

Di akhir kegiatan, Kapolres Bojonegoro berpesan tetap patuhi protokol kesehatan 5M, Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas. Selalu jaga kesehatan, jangan sampai tertular dan jaga keluarga kita.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More