Cerita Warga Yang Menyaksikan Kecelakaan KRL di Bogor. Ini Identitas 19 Korban

0 361

BOGOR – Kecelakaan kereta di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor menyisakan cerita dari warga sekitar. Bahkan, warga mengaku sampai merinding sesaat melihat gerbong rangkaian kereta melintas didepannya.

Seperti diketahui, KRL dengan nomor KA 1722 mengalami kecelakaan atau anjlok dari lintasannnya pada Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rangkaian kereta anjlok hingga ada rangkaian yang nyaris terguling ini menjadi perhatian warga dan para pengguna jalan yang melintas lokasi tersebut.

Roni (47) warga Kebon Pedes, Kota Bogor mengatakan saat kejadian dirinya tengah membersihkan rumput di depan rumahnya.

“Sekira jam 10.00 WIB kayaknya, pas banget saya lagi babatin rumput di depan rumah,” ujar Roni yang kediamannya berada persis di pinggir perlintasan, Minggu (10/3/2019) dilansir TribunnewsBogor.com.

Cerita Warga Yang Menyaksikan Kecelakaan KRL di Bogor. Ini Identitas 19 Korban 1
KRL dengan nomor KA 1722 mengalami kecelakaan atau anjlok dari lintasannnya, di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Seperti diketahui, KRL dengan nomor KA 1722 mengalami kecelakaan atau anjlok dari lintasannnya pada Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

Rangkaian kereta anjlok hingga ada rangkaian yang nyaris terguling ini menjadi perhatian warga dan para pengguna jalan yang melintas lokasi tersebut.

Menurutnya, saat tengah asik memotong rumput tiba-tiba melintas satu rangkaian gerbong KRL. Namun, tak berselang lama terdengar bunyi hantaman keras.Bahkan, Roni sampai merinding jika mengingat kereta yang kecelakaan keluar dari lintasannya itu.

“Keras banget bunyinya, kayak suara tabrakan ya hantaman gitu, saya saja langsung kaget panik merinding kalau ingat lagi,” turur Roni.

Roni melanjutkan, suara hantaman keras disertai getaran dirasakan olehnya saat itu.

Cerita Warga Yang Menyaksikan Kecelakaan KRL di Bogor. Ini Identitas 19 Korban 2
KRL dengan nomor KA 1722 mengalami kecelakaan atau anjlok dari lintasannnya, di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

“Itu suara hantaman keras sama berasa banget getarnya, sudah kaya gempa bang. Getarnya kerasa kencang banget makanya saya langsung merinding,” papar Roni menceritakan kesaksiannya.

Saat ini, sejumlah petugas pun tengah mengevekuasi rangkaian kereta yang anjlok tersebut.

Korban 19 Orang

VP Komunikasi PT KCI Eva Chairunisa mengatakan, total korban luka akibat kereta (KA 1722) anjlok di perlintasan Kebon Pedes, Kota Bogor mencapai 19 orang.

Namun, sebagian korban sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

Total korban yang dirawat kini berjumlah 14 orang yang rata-rata mengalami luka lebam akibat benturan.

“Sekarang korbannya itu tinggal 14 orang, itu lima orangnya sudah diperbolehkan pulang,” kata Eva kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (10/3/2019).

Berikut daftar nama korban luka akibat KA 1722 jurusan Jakarta – Bogor yang anjlok sekitar pukul 10.00 WIB tadi pagi.

Cerita Warga Yang Menyaksikan Kecelakaan KRL di Bogor. Ini Identitas 19 Korban 3
KRL dengan nomor KA 1722 mengalami kecelakaan atau anjlok dari lintasannnya, di Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Minggu (10/3/2019) sekitar pukul 10.00 WIB.

– Rumah Sakit SALAK Bogor

  1. Yakub Agung (masinis)
  2. Danang (Petugas PPK KRL)
  3. Lilis septiani (Penumpang)
  4. Shafa mutia (Penumpang)
  5. Lisa herni (Penumpang)

– Rumah Sakit Siloam Bogor

1.Raif fathan (Penumpang)
2.Refa (Penumpang)
3.Resti pendawati (Penumpang)
4. Firman arief (Penumpang)

– Rumah Sakit Hermina Bogor

  1. Ibu Maryunita (penumpanh)
  2.  Ilham setiawan (penumpang)

– Rumah Sakit PMI Bogor

  1. Tasya (penumpang)
  2. Kristiani Purba (penumpang)
  3. Nurhayati (penumpang)

Masinis Tak Sadar saat Dievakuasi

Sesaat terjadi kecelakaan, warga sempat tak berani mendekati gerbong kereta lantaran kabel listrik menempel di rangkaian.

Tak hanya itu, tiang listrik pun robon menimpa gebong kereta. Para penumpang bertahan di dalam gerbong selama 30 menit sebelum akhirnya dievakuasi untuk dibawa ke rumah sakit.

Salah satu warga sekitar, Edi (39), mengatakan bahwa para warga yang hendak menolong juga tak langsung mendekat kareka kabel beserta komponen tiang listrik menimpa gerbong.

“Sekitar 30 menit, kita nunggu dulu, kita gak ada yang berani karena posisi kabel listrik udah bener-bener nempel ke gerbong kereta,” kata Edi kepada TribunnewsBogor.com, Minggu (10/4/2019).

Saat itu, kata dia, semuanya panik tak terkecuali para penumpang. Sampai akhirnya pihak petugas pos perlintasan kereta api memastikan bahwa listrik sudah dimatikan.

“Yang jaga pos nelepon untuk matiin listrik dulu terus kita bantu penumpang untuk keluar gerbong. Yang paling parah itu masinisnya, pas kita angkat mau dibawa ke rumah sakit sudah gak sadar,” ungkapnya.

*) Artikel ini sebelumnya, sudah tayang di Tribunnewsbogor.com

 

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More