Perlu Ada Pengembangan Tanaman Pisang di Bojonegoro Selatan

0 180

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Kalau hari Pasaran Legi di Pasar Daerah Ngambon, yang berada di Jl Raya Kacangan, Kecamatan Tambakrejo, Bojonegoro, pasti akan tahu betapa melimpahnya hasil pisang di sana. Tiap hari pasaran alias lima hari sekali, ada sekitar 5 (lima) truk pisang yang diangkut dan dibawa ke Surabaya atau ke Kota-kota lain.

Padahal, hasil pisang di Bojonegoro selatan itu, tanpa ada program apapun dari pemerintah. Tidak ada himbauan, tidak ada seruan atau program dan pendampingan dari pemerintah setempat.

“Mereka menanam pisang atas kemauanya sendiri, tapi hasilnya sudah melimpah. Lantas, bagaimana jika pemerintah memberikan program pendampingan terhadap tanaman pisang itu sehingga produksi pisang akan makin banyak lagi,” demikian dikatakan Kepala Desa Sengon Guk Yulianto di rumahnya, Selasa (8/3/2016).

Masih menurut Guk (demikian Kepala Desa sengon Guk Yulianto, biasa disapa), kalau pemerintah mau mengembangkan pisang di Bojonegoro terutama di wilayah selatan, hasilnya akan semakin melimpah. Pemasaran pisang juga sangat mudah dan harganya juga cukup bagus. Apalagi, pisang itu akan tumbuh dan berbuah, hanya dengan sekali tanam.

“Kalau sudah banyak ditanam pisang, maka perlu adanya perusahaan tepung pisang. Agar pisang Bojonegoro tidak perlu harus dibawa ke luar kota atau ke luar daerah. dengan begitu, maka harga pisang kan semakin membaik karena ada perusahaan yang membeli untuk diolah menjadi tepung sebagai bahan bubur bayi dan bahan-bahan lainnya,” ujar pria yang sebelumnya bisnis di Pulau Dewata Bali itu.

Ditambahkan Guk, tentang pemberdaayaan pisang itu, perlu ada perhatian dari Bupati Bojonegoro Suyoto untuk memberikan program pisang lengkap dengan tenaga pendamping, agar dalam rencana penanaman, pemilihan bibit hingga pemasaran atau pemanfaatan ada yang memandunya.

“Saya yakin, program pisang akan berjalan sukses di Bojonegoro selatan ini. Sebab, tanpa ada program apapun, hasil pisang sudah melimpah dan pemasaran sangat mudah. Karena pisang belum masak dan masih di pohon sudah dibeli oleh para pedagang alias tengkulak,” katanya serius.

Jika lahan kosong yang dimiliki warga Bojonegoro selatan itu ditanami pisang, maka mereka akan dapat tambahan uang belanja. Pisang akan memberikan tambahan pendapatan sehingga mereka tidak lagi kekurangan uang belanja atau untuk tambahan kebutuhan lainnya.

Perlu diketahui, Kepala Desa Sengon Guk Yulianto juga akan mengembangkan jahe dengan polybag menggunakan sak. Juga ada rencana pengembangan kencur untuk ditanam dilahan hutan bekas jarahan yang masih belum direboisasi oleh pihak Perhutani. “Mari kita manfaatkan lahan pekarangan yang kosong agar bermanfaat,” pungkasnya. **(Kis/Agung MD).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More