Biografi Hari Darmawan Sukses Dari Kebangkrutan Usaha Keluarganya

0 216

Berita Nasional – Biografi Hari Darmawan Sukses Dari Kebangkrutan Usaha Keluarganya, Kabar sedih datang dari keluarga besar Matahari Departement Store, karena mantan big bos Matahari itu diketahui meningga dunia pada Sabtu 10/3. Hari ternyata juga menjadi pemilik dari Taman Wisata Matahari itu.

Humas TWM, Teja Purwadi membernarkan kabar meninggalnya Hari.

“Iya betul beliau meninggal tadi pagi,” ujarnya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.

Teja mengatakana dirinya belum mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya pemilik TWM itu.

“Kalau itu bisa ditanya ke pihak keluarga saja,” jelasnya.

Dia menambahkan, saat ini jasad Hari berada di RSUD Ciawi.

“Iya dibawa ke RSUD Ciawi, sekarang masih di sana,” terangnya.

Hari Darmawan ternyata meninggalkan cerita inspiratif tentang perjuangannya menggapai prestasi hingga mampu membangun Department Store sebesar Matahari.

Perjuangannya itu dimulai dari kesulitan hidup semasa kecil.

Biografi Hari Darmawan
Keluarganya mengalami kebangkrutan usaha pada tahun 1950-an.

Hal tersebut membuat Hari kecil harus berjuang keras untuk menjalankan usaha tersebut dari nol lagi.

Setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas, Hari merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan.

Baca juga : Kronologi Kematian Hari Darmawan Bos Dari Matahari

Hari bertemu dan menikahi putri dari pemilik sebuah toko, Anna Janti.
Hari kemudian membeli toko milik mertuanya sebesar 1 juta rupiah dengan cara mencicil.

Toko itu pun kemudian ia beri nama ‘Mickey Mouse’.

Dilansir dari berbagai sumber, toko Mickey Mouse milik Hari Darmawan dan Anna Janti menjual baju impor serta baju buatan istrinya dan kemudian diberi merk MM Fashion.

Penjualan dari toko milik Hari Darmawan cukup baik, mereka memiliki konsumen tersendiri.

Toko mereka memiliki saingan berat yaitu De Zion yang terletak di sebelah toko mereka.

Toko De Zion memiliki pelanggan tetap yang rata-rata adalah pejabat serta orang kaya.

Sehingga Hari Darmawan berpikir keras bagaimana bisa seperti Toko De Zion.

Kesempatan besar akhirnya terbuka pada Hari Darmawan.

Pada tahun 1968, ia mendengar bahwa pemilik De Zion yang merupakan saingannya sedang mengalami kesulitan keuangan sehingga berniat menjual tokonya tersebut.

Tak lama kemudian Hari Darmawan berhasil membeli toko tersebut.

Ia mengubah nama toko De Zion yang artinya ‘Matahari’ menjadi Toko Matahari.

Di toko barunya ini, Hari Darmawan memiliki strategi penjualan yang bagus.

teawsnya Hari darmawan

Dengan cerdik, ia memajang produknya selengkap mungkin sehingga konsumen yang datang di tokonya bisa memilih barang yang mereka suka.

Tentunya dengan kualitas yang terbaik serta harga yang termurah.

Dengan konsep penjualan tersebut, Toko Matahari milik Hari Darmawan berhasil mendapatkan banyak pembeli serta pelanggan tetap.

Toko Matahari kemudian menjadi pelopor Department Store pertama di Indonesia.

Delapan tahun kemudian, Hari Darmawan mulai membuka cabang tokonya di luar Jakarta yang diberi nama Sinar Matahari.

Di tokonya tersebut, ia menjual beraneka ragam produk dari pakaian, alat elektronik, perhiasan, sepatu, kosmetik peralatan tulis hingga obat-obatan.

Matahari Department Store milik Hari Darmawan berkembang dengan pesat sebagai toko serba ada yang modern dan nyaris tanpa saingan pada tahun 1990an.

Masa itu dikenal sebagai masa keemasan dari Matahari Department Store.

Gencarnya pembangunan mal-mal baru di Jakarta membuat gerai-gerai baru dari Mentari bermunculan.

Tapi pada awal tahun 2000, ia melepas Matahari Department Store dan membangun bisnis yang bertemakan sosial enterpreneur.

Ia lebih berfokus ke bidang sosial dan membangun tempat wisata dengan nama Taman Wisata Matahari (TWM) yang mampu menggerakkan roda perekonomian warga sekitar.

Walau sosoknya kini telah tiada, tapi cerita inspiratifnya bakal selalu terkenang sepanjang hayat.

Selamat jalan Hari Darmawan.

 

Biografi Hari Darmawan Sukses Dari Kebangkrutan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More