Menikmati Gerhana Matahari, Dari Atas Bukit Pencu Blora

0 89

BLORA (Rakyat Independen)- Fenomena Gerhana matahari total yang terjadi di sejumlah daerah Indonesia ternyata juga menyita simpatik bagi warga Blora. Seperti yang terjadi di wilayah Blora, sejumlah wisatawan lokal dan luar daerah merelakan waktunya untuk mendaki Puncak Pencu untuk menikmati gerhana mata hari dari ketinggian kurang lebih 400 meter dari permukaan air.

Gerhana Matahari yang terjadi pada Rabu pagi (9/3/2016) mulai pukul 06.20 WIB hingga 08.35 WIB di wilayah Kabupaten Blora membuat para wisatawan tersebut bukan tanpa alasan, Puncak Pencu mereka jadikan spot utama untuk melihat proses terjadinya gerhana matahari. Para wisatawan lokal tampak asyik memandangi arah timur mulai matahari terbit hingga terjadinya gerhana di atas hamparan hijau hutan jati.

Kharisma salah satu pemuda asal Sale, Rembang, Jawa Tengah itu mengaku datang menuju puncak Pencu memang ingin menikmati fenomena alam yang jarang terlihat pada setiap tahunnya itu sehingga bersama teman-temannya ia menyempatkan datang ke salah satu tmpat yang tinggi ini.

“Saya tadi bertujuh berangkat dari rumah dini hari, pukul 04.30 WIB, hanya ingin menyaksikan proses terjadinya gerhana dengan pemandangan alam yang hijau di atas perbukitan. Alhamdulillah kesampaian,” ujarnya

Berbekal kacamata dan handpone (HP), ia dan kawan kawan asik mengabadikan momen matahari terbit hingga proses terjadinya gerhana hingga selesai.

“Iya walau tidak total setidaknya bisa menikmati gerhana matahari. Dengan kacamata ternyata kelihatan jelas, apalagi saat diselimuti kabut tipis justru lebih jelas gerhananya,” ungkapnya.

Begitu juga dengan Indra Beny (36) warga Kajen Kabupaten Pekalongan yang rela datang pagi-pagi buta bersama kelima temannya untuk menonton gerhana dari Puncak Pencu. Tanah yang basah dan bebatuan licin tidak mengurangi semangat mereka untuk mendaki hingga puncak.

“Mumpung libur, saya sempatkan pulang kampung menjenguk Ibu saya di Blora sekalian nonton gerhana bersama teman-teman di Pencu. Saya baru pertama kali kesini dan ternyata pemandangannya bagus sehingga lebih asik mengamati terjadinya gerhana dari puncak sini,” ujar Indra Beny sembari meneropong gerhana memakai kamera.

Berdasarkan pengamatan gerhana di Puncak Pencu sendiri terjadi mulai pukul 06.22 WIB dimana matahari mulai tertutup bulan dari arah atas. Secara perlahan turun hingga menutup sebagian besar lingkaran matahari sebesar 80 persen. Pada pukul 07.20 WIB mulai berangsur-angsur normal kembali.

Cuaca di Puncak Pencu saat terjadinya gerhana matahari sedang cerah, sehingga tidak mudah diamati langsung oleh mata. Sedangkan saat matahari mulai berangsur normal, baru sedikit tertutup kabut tipis sehingga terlihat jelas gerhana sebagian.

Sementara itu Kabupaten Blora sendiri tidak masuk dalam wilayah gerhana matahari total. Daerah yang mengalami gerhana matahari total hanya meliputi wilayah Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan, Sulawesi Tengah, hingga Ternate. **(Priyo)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More