Wanita Asal Ngimbang Lamongan Ini Terkena Tumor Setelah Matanya Tergores Daun Jagung

0 169

Berita Lamongan – Wanita Asal Ngimbang Lamongan Ini Terkena Tumor Setelah Matanya Tergores Daun Jagung, Namanya Nur Khotimah wanita beranak satu asal desa Katar, Ngimbang, Kab Lamongan ini mengalami nasib yang kurang beruntung, setelah salah satu matanya terkena penyakit tumor. Dia terlihat merintih sakit ketika akan mengurus BPJS.

Bola matanya yang memerah diselimuti darah melotot keluar karena sakit tumor yang dideritanya. Ibu muda anak pasangan Samidi (60) dan Sumarmi (55), keluarga miskin ini kini berupaya untuk mendapat pertolongan akan sakitnya.

Diantar orang tuanya menuju Kantor BPJS di jalan Lamongrejo Lamongan, Nur Khotimah diusahakan untuk memiliki dan menjadi peserta BPJS untuk sarana pengobatannya, Rabu (7/3/2018).

Baca juga : Fitri Gadis Kedungpring, Lamongan 17 Tahun Hidup Dengan Tumor Mata, Nasibnya Kini

Kedatangan Nur Khotimah di parkiran halaman Kantor BPJS menjadi perhatian para peserta BPJS yang pagi tadi sama-sama sedang mengurus ke administrasi di BPJS.

“Ini saya sedang mengurus kepersetaan BPJS dan dibantu oleh seorang anggota polisi serta warga dari Tumenggungan,” ungkap Samidi kepada Surya.co.id di pelataran Kantor BPJS.

Awal sakit yang diderita anaknya itu menurut Samidi sejak 2015. Sakit semula dipicu dengan kejadian yang sangat sepele.

ngimbang tumor

Bola mata Nur Khotimah tergores daun jagung saat sedang panen jagung di lahan persilan milik Perhutani.

Baca juga : Jalan Raya Lamongan Rusak Parah, Begini Usaha Pihak Kepolisian

Kejadian itu membuat mata Nur terasa gatal. Beberapa kali diperiksakan, hasilnya mata Khotimah semakin bengkak hingga keluar seperti sekarang ini.

“Dirasakan anak saya, sakitnya hebat saat darah itu belum keluar dari mata,” kata Samidi.

Khotimah pun mengatakan demikian. Jika darah sudah keluar dari matanya, sakit yang dirasakan akan sedikit berkurang.

“Tapi sekarang mata kiri saya tidak bisa dipakai melihat,” tandas Nur Khotimah.

Menurut Samidi, yang pensiunan PNS dengan golongan terakhir II D ini, ia pernah mengusahakan anaknya untuk berobat di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Dan pada 2016, terhitung hingga 1,7 bulan, Nur Khotimah harus menunggu antrean untuk penanganan lebih lanjut.

“Hari ini dirujuk ke RSUD Dr Soetomo setelah dirawat di RSUD Ngimbang. Kabarnya baru saya terima kemarin,” kata Samidi.

Samidi mengungkapkan respon dari RSUD Dr Soetomo yang diterimanya untuk perawatan anaknya sangat menyenangkan. Namun di depan mata, ada kendala biaya perjalanan hingga persiapan selama di Surabaya.

Untuk menyewa kendaraan untuk membawa Khotimah dan anggota keluarga ke Surabaya harus menyediakan Rp 700.000.

“Pensiun yang saya terima Rp 2, 2 juta perbulan. Belum lagi biaya selama menjalani perawatan di sana nanti,” ucap Samidi lirih.

Penderitaan dan cobaan keluarga Samidi ini membuat seseorang asal Kelurahan Tumenggungan, Alfian Novi, bersimpati.

Kantor BPJS dekat dari rumah Alfian Novi dan ia langsung menuju kantor BPJS tersebut begitu mendengar ada penderita tumor sedang ke sana.

Baca juga : Perpus Trotoar Lamongan Menjadi Primadona Baca di Kota Soto

Akhirnya, ongkos sewa mobil Rp 700.000 ditanggung Novi, sementara urusan BPJS Khotimah dibantu seorang anggota Lantas Polres Lamongan.

KHotimah didaftarkan sebagai peserta BPJS Mandiri untuk mengejar kepesertaan dan untuk persiapan kelengkapan di RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Samidi berharap melalui bantuan ini, ia bisa mengantarkan anaknya untuk bisa berobat.

“Saya juga tidak ngerti, bapak polisi dan mbak itu (Novi) sampai tahu kalau saya sedang mengurus BPJS di sini,” ungkap Samidi.

Ia dan anaknya, Nur Khotimah berharap segera mendapat penanganan operasi di Surabaya. Sesudahnya urusan BPJS selesai, Nur Khotimah didampingi Samidi, ibunya Sumarmi, bersama anaknya yang masih duduk di bangku TK berangkat menuju RSUD Dr Soetomo Surabaya.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More