Membuat Vanity Nameserver di DigitalOcean
Pertanyaan dari mas Niko membuat saya terinspirasi untuk membuatkan tutorial kali ini. Atau lebih tepatnya saya ga ada topik lain. Hehe. 😛 Jadi tujuan pembahasan kali ini hasilnya adalah Vanity atau Branded Nameserver dengan nama domain kita. Apa itu? Mudahnya pada setiap nama domain pasti ada konfigurasi nameserver kan? Yang ns1.example.com dan ns2.example.com kalau anda bingung. Bakal lebih keren misal saya punya ns1.servernesia.com dan ns2.servernesia.com kan? 😀
Kita bisa dengan mudah melakukannya memanfaatkan DNS Host Manager milik DigitalOcean. 😉 Kalau aslinya sih kita harus setting BIND atau semacamnya di VPS, tapi buat apa kita menyusahkan diri sendiri.
Racikan kita butuh 3 hal saja:
- Nama domain yang ingin dijadikan nameserver.
- Sebuah Droplet DigitalOcean karena DNS Managernya baru muncul pas ada.
- Pada tempat anda membeli domain pastikan ada fitur semacam manage nameserver. Kita butuh fitur GLUE recordnya. Maksudnya bisa mengisikan hostname dari nameservernya dan dihubungkan dengan alamat IP nameservernya. Yang saya tahu Namecheap dan Namesilo ada fitur ini.
Langkah pertama silahkan anda ubah Nameserver dari domain anda dulu dan diarahkan menuju milik DigitalOcean:
- ns1.digitalocean.com
- ns2.digitalocean.com
- ns3.digitalocean.com
Setelah itu buatlah sebuah Droplet dengan hostname nama domainnya (mungkin tidak wajib), lanjutkan dengan klik Add a domain. Yang kita lakukan adalah mengasosiasikan nama domain dari nameservernya ke Droplet tadi.
Pada DNS Managernya silahkan buat 3 A record yang mengarah pada alamat IP nameserver milik DigitalOcean.
ns1.nama_domain.com.
–173.245.58.51
ns2.nama_domain.com.
–173.245.59.41
ns3.nama_domain.com.
–198.41.222.173
Jangan lupa ada titik (.
) di akhir nama domainnya, ini juga wajib diikutkan.
Kemudian silahkan ubah ketiga NS record menuju custom nameserver yang baru saja anda buat. Kalau bingung perhatikan gambar diatas saja. Juga saya sisipkan isi Zone File yang sudah selesai, silahkan dibandingkan.
$ORIGIN nama_domain.com.
$TTL 1800
nama_domain.com. IN SOA ns1.digitalocean.com. hostmaster.nama_domain.com. 1466102133 10800 3600 604800 1800
nama_domain.com. 1800 IN NS ns1.nama_domain.com.
nama_domain.com.com. 1800 IN NS ns2.nama_domain.com.
nama_domain.com.com. 1800 IN NS ns3.nama_domain.com.
nama_domain.com.com. 1800 IN A 128.199.232.20
ns1.nama_domain.com. 1800 IN A 173.245.58.51
ns2.nama_domain.com. 1800 IN A 173.245.59.41
ns3.nama_domain.com. 1800 IN A 198.41.222.173
Langkah berikutnya adalah membuat GLUE record, silahkan ke panel nama domain anda. Disini saya menggunakan Namecheap, klik Advanced DNS dan isikan hostname nameserver dan alamat IPnya (persis dengan mengedit NS record sebelumnya) pada bagian Personal DNS Server. Di Namesilo namanya Registered Nameserver.
Akhirnya silahkan ubah nameserver domain tersebut ke Vanity Nameserver yang anda buat, saya yakin anda sudah paham caranya kalau sudah mencari tahu cara membuat Vanity/Branded Nameserver ini. Ini hal paling dasar sekali dalam manajemen domain soalnya dan malah merupakan langkah paling pertama dalam tutorial. 😀
Kita tahu darimana kalau nameserver yang baru kita ciptakan sudah berfungsi normal? Pakai cara sysadmin dong:
nslookup ns1.nama_domain.com
Dan kalau sudah benar maka balasannya akan mirip seperti ini:
Server: 8.8.8.8
Address: 8.8.8.8#53
Non-authoritative answer:
Name: ns1.nama_domain.com
Address: 173.245.58.51
Perhatikan isi dari Address
apakah sudah menggunakan alamat IP nameserver dari DigitalOcean, berarti sudah benar. Ulangi lagi tesnya untuk dua nameserver lainnya. Oh ya, jangan lupa ada proses propagasi DNS record setelah anda ubah isinya. Seringnya sih beberapa menit saja, tapi kadang bisa jadi beberapa jam. Harap bersabar dan verifikasi apakah utak – atik anda sudah benar.
Semoga bermanfaat. 🙂