Tersengat Listrik Saat Mencuci Pakaian, Wanita Asal Simorejo, Kanor Ini, Meninggal dunia

497

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Lagi, seorang warga di wilayah Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, meninggal dunia akibat tersengat listrik.

Rabu (17/2/2021) lalu, Jumilah (40), warga Desa Temu, RT 001, RW 005, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat menjemur nasi aking di atas genteng rumahnya.

Kali ini, Nurul Qomariyah (29) warga Dusun Simo, RT 003, RW 004, Desa Simorejo Kecamatan Kanor,  Kabupaten Bojonegoro, juga ditemukan meninggal dunia, tersengat listrik saat mencuci pakaian di mesin cuci miliknya.

Kejadian tersebut, dilaporkan ke Kepala desa Simorejo Suwanto (47) agar diteruskan laporanya ke Mapolsek Kanor untuk ditindak lanjuti.

Kapolsek Kanor AKP Hadi Waluyo,SH, kepada rakyatnesia.com membenarkan, jika Nurul Qomariyah (29) warga Dusun Simo, RT 003, RW 004, Desa Simorejo Kecamatan Kanor, meninggal dunia akibat tersengat listrik alias kesetrum, Sabtu (20/2021), sekira pukul 07:15 WIB.

Lanjut Kapolsek, bahwa kejadian itu bermula saat korban hendak mencucui pakaian dengan menggunakan mesin cuci. Usai merendam pakaian tersebut, tangan korban yang masih basah itu, dipakai untuk mencolok stop kontak dengan mengolor kabel.

“Korban diduga tak mengetahui jika ada kabel yang terkelupas, sehingga tangan korban tersengat arus listrik dan korban berteriak minta tolong,” ungkap Kapolsek Kanor AKP Hadi Waluyo,

Masih menurut Kapolsek, mendengar jeritan korban, Maklum (70), yang juga saksi pertama, yang kemudian dia memanggil Kanapi (60) saksi kedua, dengan alamat yang sama, untuk menolong korban.  

Ditambahkan, selanjutnya korban dievakuasi ke Puskesmas Kanor untuk mendapatkan pertologan medis. Namun, saat dilakukan pemeriksaan medis, korban sudah tak bernyawa lagi alias sudah meninggal dunia.

Ciri-ciri Mayat korban, tinggi 161 cm, badan gemuk, Rambut hitam lurus sebahu, kulit kuning langsat, kaos daster warna merah muda motif batik.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diketahui, ibu jari dan jari telunjuk kanan luka bakar akibat kena aliran listrik. Tak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan sebelum korban meninggal dunia,” kata AKP Hadi Waluyo menegaskan.

Dalam olah TKP (Tempat Kejadian Perkara), ditemukan kabel olor stop kontak warna putih dengan panjang 4 (empat) meter yang telah putus.

Keluarga korban tak mengijinkan diotopsi dengan membuat surat pernyataan bermaterai. Selanjutnya, jasad korban diserahkan kepada keluarganya untuk segera dikebumikan.

Hadir di TKP, Kapolsek Kanor AKP Hadi Waluyo bersama anggotanya, Babinsa Peltu Gunawan,

Satpol PP Kecamatan Kanor Minto, Basuni Tim Medis dari Puskesmas Kanor dengan dibantu bidan desa dan Kepala desa Simorej Suwanto serta warga sekitar.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More