Dandim 0813 Bojonegoro, Sampaikan Materi Diklat Terpadu Dasar Banser GP Ansor

0 184

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Banser (barisan Ansor Serbaguna) merupakan badan otonom NU (Nahdlatul Ulama) dari GP Ansor (Gerakan Pemuda Ansor). Dimana, Banser memiliki tugas dalam pengamanan, menjalankan misi kemanusiaan di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga, Banser perlu memperoleh pendidikan dan latihan (Diklat) Diklat Terpadu Dasar (DTD), guna meningkatkan pengetahuan tentang kecintaan terhadap tanah air bela negara.

Guna mewujudkan kegiatan tersebut, Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Trucuk dan Kecamatan Kanor, menggelar Diklat Terpadu Dasar (DTD), di PP Al-Rahmani Desa Kanten Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Jawa Timur, Jum’at (27/01/2017).

Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo, tampil sebagai nara sumber dalam diklat tersebut. Dalam penyampaian materi diklat diawali dengan menyampaikan sejarah Banser GP Ansor yang disampaikan dalam kesempatan itu adalah merupakan komponen cadangan dalam rangka pertahanan, yang sesuai dengan Pasal 30 UUD 1945 yaitu tentang hak dan kewajiban setiap warga negara untuk bela negara.

Baca juga : Video Oknum Banser Bakar Bendera Tauhid Di Garut, Tuai Banyak Kecaman

Dandim 0813 Bojonegoro, Sampaikan Materi Diklat Terpadu Dasar Banser GP Ansor 1
Dandim 0813 Boonegoro Letkol Inf M Herry Subagyo saat menyampaikan materi pendidikan dan latihan (Diklat) Diklat Terpadu Dasar (DTD) di PP Al-Rahmani Desa Kanten Kecamatan Trucuk, Bojonegoro Jawa Timur, Jum’at (27/01/2017).

“Jaman dulu, kita masih bisa merasakan begitu kentalnya rasa gotong-royong dalam kehidupan kita, rasa persaudaraan dan silaturrahmi dan saling menghormati sesama warga. Namun, saat ini kita agak susah ditemukan lagi rasa itu, bahkan dengan tetangga sendiri kita tidak saling kenal. Sehingga, kita perlu untuk menumbuhkan kembali sikap itu,” ujarnya.

Dalam Diklat dengan mengambil tema ‘Satu Komando Satu Barisan Merawat Tradisi, Menjaga NU Dan NKRI’ tersebut, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf M. Herry Subagyo menyampaikan berbagai konflik yang akan mengancam Indonesia, karena akan terjadinya perebutan negara melalui sumberdaya alam dan energi.

“Negara kita, berada digaris ekuator yang memiliki dua musim. Dan terdapat sumberdaya alam (SDA) yang melimpah, sehingga hal itu menjadi incaran negara-negara lain untuk bisa mengusai Indonesia. Karena dengan pertumbuhan penduduk dunia yang tidak bisa terkendali, sehingga kebutuhan pangan, air dan energi akan bertambah hal itu akan berakibat konflik untuk menguasai negara yang memiliki sumber energi seperti Indonesia itu,” ungkapnya.

Masih menurut M. Herry Subagyo, pihaknya berpesan secara bersama untuk selalu menjaga keamanan dan ketertiban, agar terjaganya rasa kedamaian dan kebhinekaan. Yang terpenting menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) agar tak terpecah belah karena NKRI adalah harga mati.

“Utamakan Musyawarah mufakat untuk menyelasaikan setiap permasalahan, yang sesuai dengan jatidiri dan budaya bangsa Indonesia,” pungkasnya. **(Kis/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More