Lokasi Pembibitan Pohon di Sukowati, Kapas, Diresmikan Bupati Bojonegoro

42

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur,  menyiapkan tempat pembibitan pohon di Desa Sukowati, Kecamatan Kapas, seluas 2,2 hektar.

Selain untuk pembibitan pohon, tempat itu untuk meningkatkan sumber oksigen yang ada di wilayah Kabupaten Bojonegoro ini, agar tetap bersih dan sehat.

Pusat tempat pembibitan pohon tersebut secara langsung diresmikan dan dilakukan penandatanganan prasasti oleh Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awannah, Kamis (28/1/2021)

Dalam sambutanya, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa pusat tempat pembibitan tentunya harus memperdulikan lingkungan dan ekosistem sekitarnya.

“Saya yakin bahwa makin hari, pembibitan akan sangat dibutuhkan sekali. Karena pasti ada pohon yang mati, dan pohon yang sudah tua di mana kondisinya harus diremajakan bahkan ditebang, sehingga harus ada pohon penggantinya,” ucap wanita yang akrab disapa Bu Anna itu.

Bu Anna menambahkan, dengan adanya tempat pembibitan ini, maka akan mempermudah masyarakat dalam mencari bibit pohon, tidak perlu jauh-jauh keluar kota untuk ditanam di rumah mereka.

“Ini juga salah satu bentuk upaya pemenuhan dalam menjaga ekosistem lingkungan, dan kualitas udara di Bojonegoro dengan memperbanyak pohon-pohon penghasil oksigen,” kata Bu Anna menegaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro Hanafi menuturkan bahwa pusat tempat pembibitan pohon di Desa Sukowati sendiri memiliki luas 2,2 hektare. Pembangunannya dibagi menjadi dua tahap dan lahan yang baru digunakan baru 60 persen.

“Untuk pembangunan tahap pertama dilakukan ditahun 2019 dengan dana Rp 600 juta. Untuk tahap kedua tahun 2020 dengan dana sebanyak Rp 1,2 miliar,” ujar Hanafi.

Hanafi juga menjelaskan ada beberapa zona dalam tempat pembibitan ini, mulai dari zona greenhouse, zona pembesaran, zona penyimpanan atau karantina, dan zona loding atau tempat penyimpanan pohon yang sudah siap ditanam.

“Untuk kedepanya, kami mengalokasikan 1000 pohon tabebuya yang akan ditanam di waduk Gongseng, dan di Wonocolo,” ungkapnya.

Dengan adanya tempat pusat pembibitan pohon selain sebagai fungsi pembibitan juga upaya untuk perbaikan udara segar di Bojonegoro. Selain itu, ada beberapa fungsi yang dapat dimanfaatkan mulai dari fungsi edukasi dan rekreasi.

“Karena di tempat ini ada tamanya dimana orang tua bisa memberikan pembelajaran kepada anaknya bagimana cara menanam dengan baik, dan bisa juga dimanfaatkan untuk rekreasi, ditambah tempat ini ada kolam pancingnya yang akan menambah antusiasme masyarakat untuk datang berkunjung,” kata Hanafi menegaskan.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More