Nama Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah Dicatut Seseorang Untuk Lakukan Penipuan

78

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Masyarakat yang tinggal di Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, hendaknya ekstra hati-hati dengan seringnya ada penipuan yang mengatasnamakan Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah.

Modusnya, pelaku beraksi dengan memberikan infomasi via media sosial (medsos) ke calon korbannya yaitu masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro. Mereka memberitahukan, jika akan memperoleh daa Hibah dari Pemkab Bojonegoro di tahu anggaran 2021 ini.

Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Bojonegoro, Masirin kepada para awak media membenarkan jika ada modus penipuan yang mengatas namakan Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah.

“Benar, hari ini ada kejadian penipuan yang menggunakan nomer handphone (HP) 081218424973 yang menginformasikan  ke pondok pesantren Al-Rahmani yang berada di Desa  Kanten, Kecamatan Trucuk  dan Ponpes Halaqotud Tadris yang berada di Desa Bakalan Kecamatan Kapas, keduanya berada di wilayah Kabupaten Bojonegoro,” ungkap Masirin.

Lanjut Masirin, kepada kedua pengasuh Pondok Pesantren tersebut, pelaku menyampaikan bahwa ponpes yang dikelolanya itu bakal menerima bantuan hibah dari Pemkab Bojonegoro.

“Modusnya, pelaku memberikan informasi kepada kedua  adalah 2 ponpes tersebut jika akan memperoleh bantuan hibah dari Pemkab Bojonegoro, tapi syaratnya harus mentransfer sejumlah uang ke rekening yang diberikan pelaku,” kata Masirin menegaskan.

Masih menurut Masirin, beruntung kedua pengasuh ponpes itu tak ada yang menjadi korban penipuan. Sebab, mereka melakukan klarifikasi ke Pemkab Bojonegoro sebelum memutuskan untuk mengikuti ajakan seorang yang menipu dengan mencatut nama Bu Anna (pamnggilan akrab, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah), untuk mentrasfer sejumlah dana di rekening pelaku itu.

“Perlu kami informasikan kepada warga Kabupaten Bojonegoro ini, agar hati-hati dan waspada terhadap modus penipuan degan mengatasnamakan Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah. Jika menemukan hal serupa segera hubungi Pemkab Bojonegoro,”

Ditambahkan, modus penipuan seperti itu, sudah pernah terjadi di akhir tahun 2020 dan sangat disayangkan waktu itu, pelaku berhasil memperdaya korbannya.

“Masyarakat jangan mudah percaya sebelum di ceck kebenaranya. Karena kami bekerja sesuai dengan aturan yag ada. Jadi, yang bekerja semua pegawai Pemkab dan tak ada perantara alias makelar,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More