Selamat bulan puasa
FeaturedPeristiwa

Seorang Guru PNS di Ngraho, Bojonegoro, Ditemukan Gantung Diri

BERITA BOJONEGORO (RAKYATNESIA) – Seorang Guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri (Kendhat, Jawa red).

Adalah Tannyono (59), seorang warga Desa Kalirejo, RT 019, RW 007, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, ditemukan gantung diri di kusen pintu kamarnya, Rabu (19/1/2022)  sekira pukul 06:00 WIB.

Korban yang berstatus Guru di SDN 2 Sumberagung, Kecamatan Ngraho itu, kepada kerabatnya yang bernama Mashudi (61) yang beralamatkan di Desa Sumberagung, RT 015, RW 004, Kecamatan Ngraho, mengeluhkan sakit dan kakinya bengkak.

Mendapat kabar itu, Mashudi langsung bertandang ke rumah korban dan setelah mengetuk-ngetuk pintu tak ada jawaban sehingga membuatnya dia meminta bantuan ke Sopiah (70) yang juga tetangga korban untuk masuk ke rumah korban itu.

Baca Juga  Akibat Putus Cinta, Seorang Pemuda Asal Miyono, Sekar Ini, Bunuh Diri di Bengawan Solo. Begini Kronologinya

Ternyata pintu rumah tersebut tak terkunci, selanjutnya keduanya mencari korban dan alangkah kagetnya saat korban ditemukan menggantung di kusen pintu kamarnya. Kejadian itu, membuat kedua saksi berteriak minta tolong kepada warga sekitar untuk turut melihat kondisi korban.

Kapolsek Ngraho AKP H. Mochtarom kepada eakyatnesia.com membenarkan adanya kejadian gantung diri yang dilakukan oleh Tannyono (59) warga Desa Kalirejo, RT 019, RW 007, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro, Korban ditemukan gantung diri di kusen pintu kamarnya, Rabu (19/1/2022)  sekira pukul 06:00 WIB.

Lanjut H. Mochtarom, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian bersama Tim Medis Puskesmas Ngraho, guna melakukan oleh TKP (Tempat kejadian Perkara) dan melakukan pemeriksaan luar pada tubuh korban.

Berdasarkan hasil outopsi luat menyebutkan, korban mengalami patah tulang leher, mulut mengeluarkan cairan, kemaluan mengeluarkan sperma, keluar kotoran dari dubur korban, kaki membengkak, skrotum membengkak.

“Tak ditemukan bukti kekerasan dan tanda-tanda penganiayaan,” ungkap kapolsek Ngraho AKP H. Mochtarom, Rabu (19/1/2022).

Ditambahkan, pihak keluarga korban tak mengizinkan korban diotopsi sehingga mereka membuat surat pernyataan bermaterai, jika mereka tak akan menggugat siapapun dan pihak manapun atas kematian korban.

Sementara itu, pihak keluarga korban menyatakan jika korban dimungkinkan depresi setelah ditinggal istrinya meninggal sebulan yang lalu dan korban di rumah sendirian dalam kondisi sakit.

“Korban selama ini mengalami sakit komplikasi. Di kamarnya ditemukan beberapa obat medis dan tabung oksigen,” kata salah seorang keluarga korban yang enggan disebutkan namanya.

Tampak di rumah duka, Kapolsek Ngraho

AKP H.Mohtarom,SH, bersama anggotanya, Serda Harkamto  personel Koramil Ngraho, Anggota Satpol PP Kecamatan Ngraho, Tom Medis Puskesmas Ngraho Dr Mulyono, kepala Desa Kalirejo bersama perangkat desanya dan warga sekitar.

**(Kis/Yan).

Klik Baca Lebih Lanjut

Sukisno

Jurnalis Utama Rakyatnesia.com Dan Sudah di dunia jurnalistik selama lebih daro 30 tahun, sebelumnya juga pemilik dari Media Cetak Media Independe, Rakyatindependen.com
Back to top button