Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria Yang Mengaku Berasal dari Sekaran, Lamongan Ini, Ngamuk di Masjid Baabus Shofa Bojonegoro

718

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, memperoleh laporan dari masyarakat jika ada orang diduga mengalami gangguan jiwa mengamuk di Masjid Baabus Shofa yang berada di Jalan Basuki Rahmad, turut Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro Kota, Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, Jum’at (15/1/2021) sekira pukul 17:00 WIB.

Menindak lanjuti laporan tersebut, Satpol PP Bojonegoro, menerjunkan 2 orang anggota berpakaian preman untuk memastikan benar tidaknya Laporan masyarakat tersebut. Ternyata laporan itu benar adanya.

Setelah dipastikan kebenaran laporan itu, pihak Satpol PP Bojonegoro mengerahkan 4 anggota regu Piket, 1 PTI, degan perwira Kegiatan yaitu Kabid Tibum dan Tranmas Benny Subiakto menuju lokasi Masjid Baabus Shofa untuk menanangani seorang ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang mengamuk dan merusak fasilitas masjid itu.

Kepala Satuan Satpol PP Bojonegoro Arief Nanang Sugianto Kabid Tibum dan Tranmas Benny Subiakto kepada para awak media membenarkan, jika pihaknya memperoleh laporan dari masyarakat, jika ada seorang laki-laki mengaku bernama Budi Hendrawan atau panggilanya Hendra beralamatkan di Desa Ngarum, Kecamatan Sekaran, Laomongan itu, mengamuk di Masjid Babus Shofa, Jum’at (15/1/2020) sore.

Lanjut Benny Subiakto, pria yang diduga ODGJ itu, sudah berada di masjid sejak pelaksanaan sholat jum’at. Menurut pengelola masjid, ODGJ itu saat sholat Jum’at berada di samping Khotib saat berkhutbah.

“Saat khotib berkhutbah, ODGJ Hendra itu berada di samping Khotib. Sore harinya mengejar anak-anak mengaji tanpa busana alias telanjang dan merusak kunci gudang masjid, sehingga diduga kuat orang ini, sedang dalam gangguan jiwa alias wong bento,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Benny itu.

Masih menurut Mas Benny, pria ODGJ tersebut langsung dibawa ke RSUD R. Sosodoro Djatikusumo Bojonegoro untuk memperoleh penanganan lebih lanjut. Sambil menunggu hasil koordinasi dengan Kantor Dinas Sosial Kabupaten Lamongan.

“Hari Sabtu tanggal 16 Januari, Hendra kita antarkan ke Dinas Sosial Lamongan, untuk diteruskan pada keluarganya yang mengaku berasal dari Desa Ngarum Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan itu,” pungkasnya.

**(Kis/Red).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More