Gara-gara Depresi Penyakitnya, Seorang Warga Kanor Nekat Gantung Diri

0 94

BOJONEGORO (Rakyat Independen)- Lantaran penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh, Supingi (70) asal Dusun Patoman RT 05/ RW 05 Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan tali tampar di dalam kandang ayam miliknya, Minggu (08/01/2017) sekira pukul 07.30 wib.

Aksi bunuh diri tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 wib. Saat itu anak korban bernama Supriono pulang ke rumah dari sawah. Anak korban masuk ke rumah kandang ayam berukuran 5 x 9 Meter bermaksud mau ambil patok lombok. Ketika membuka pintu pagar kandang ayam tersebut, Supriono melihat Korban dalam posisi sudah tergantung di tiang blandar rumah kandang ayam yang terbuat dari bambu dengan memakai tali tampar yang panjangnya sekitar 50 cm, dengan ketinggian jarak dari tanah sekitar 50 cm yang menggunakan bantuan tangga bambu.

“Waktu itu saya pulang dari sawah bermaksud mau ambil patok lombok di dalam rumah kandang ayam. Ketika saya membuka pintu kandang ayam, saya terkejut bapak sudah dalam kondisi tewas tergantung,” katanya.

Menurut Supriono, korban nekat gantung diri akibat penyakitnya yang sudah lama tak kunjung sembuh. Selama bertahun-tahun, korban mempunyai penyakit kolesterol, darah tinggi dan penyakit tahunan. Sehingga korban depresi atas penyakitnya itu.

“Memang bapak mempunyai penyakit dan tidak kunjung sembuh. Kemungkinan depresi karena penyakitnya yang gak sembuh-sembuh sehingga nekat gantung diri,” ungkapnya.

Saat mengetahui ayahnya dalam kondisi tergantung, Supriono berteriak memanggil tetangganya. Datanglah K. Anwar Badarudin (40) dan Tarji (50) yang keduanya tetangga korban yang sekaligus menjadi saksi dalam kejadian tersebut. Supriono dan kedua saksi menurunkan korban dengan memotong tali yang dipakai gantung diri tersebut dengan sabit untuk menyelematkan nyawa ayahnya. Namun, ternyata korban sudah tak bernafas lagia alias sudah tewas dalam kejadian tersebut.

Kapolsek Kanor AKP Imam Kanafi membenarkan terjadinya peristiwa gantung diri yang dialami Supingi (70) warga Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro itu. Saat memperoleh laporan pihaknya langsung meluncur ke TKP (Tempat kejadian perkara) bersama anggotanya.

Jasad korban langsung dievakuasi dan di bawa ke Puskesmas setempat untuk keperluan visum. Dari hasil visum yang dilakukan oleh tim medis, korban dinyatakan murni tewas dengan cara gantung diri akibat depresi penyakit yang dideritanya. Sebab, ketika dilakukan pemeriksaan luar tersebut, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasaan maupun penganiayaan. **(Luh/Red).

Leave a comment

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More