Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora (TBB), Diresmikan 2 Menteri, 2 Gubernur dan 2 Bupati

108

BOJONEGORO (RAKYATNESIA.COM) – Peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora (TBB) yang menghubungkan Desa Luwihaji Kecamatan Ngraho Kabupaten Bojonegoro, Jawa timur, dengan desa Medalem, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa tengah, Minggu (3/1/2021 )

Dihadiri 3 (tiga) orang Menteri Kabinet Indonesia Maju Pemerintah Presiden Ir H. Joko Widodo (Jokowi), ketiga Menteri tersebut yakni, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prof. Dr. Pratikno M.Soc,Sc. Menteri Pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat (PUPR ) Ir. Basuki Hadimuljono MSc.PhD dan Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumad.

Dalam Peresmian Jembatan penghubung Provinsi Jawa timur dengan awa tengah itu, juga dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo,SH,MIP, Bupati Bojonegoro DR Hj. Anna Mu’awanah, Bupati Blora Djoko Nugroho dan Forpimda Kabupaten Bojonegoro dan Blora.

Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah dalam sambutannya menuturkan bahwa Pembangunan Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora (TBB) menunjukkan kontribusi yang besar atas perhatian Pemerintah di bidang Infrastruktur untuk meningkatkan sarana prasarana sehingga Pencapaian Pembangunan dapat diwujudkan.

“Sebagaimana diketahui bahwa ketersediaan prasarana fisik jembatan merupakan faktor penunjang pengembangan suatu wilayah,” demikian dikatakan Bupati Wanita Pertama di Bumi Angling Dharma itu, Minggu (3/1/2021).

Masih menurut Bu Anna – demikian, Bupati Bojonegoro DR Hj Anna Mu’awanah, akrab disapa – mengungkapkan bahwa hal yang melatarbelakangi pembangunan Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora tersebut adalah adanya kesepakatan atau MOU, Wironegoro antara Bojonegoro, Ngawi dan Blora yang merupakan konsep Pembangunan Kawasan.

“Pembangunan Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora ini, mengandung seuah pesan bahwa Kabupaten Bojonegoro sekarang ini sudah berfikir membangun kawasan,” Kata Bu Anna menegaskan.

Jembatan Terusan Bojonegoro - Blora (TBB), Diresmikan 2 Menteri, 2 Gubernur dan 2 Bupati 1
Prasasti Peresmian Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora, Minggu (3/1/2021)

Dalam Kesempatan yang sama. Mensesneg RI Pratikno dalam sambutannya mengungkapkan bahwa meskipun dirinya asli berasal dari Desa Dologgede, Kecamatan Tambakrej,o Kabupaten Bojonegoro, namun dirinya merasa menjadi orang Cepu yang masuk wilayah Kabupaten Blora itu.

“Saya lebih merasa orang Cepu daripada orang Bojonegoro karena kalau saya mau ke dokter atau ke toko, itu dari rumah saya lebih dekat ke Cepu dbandingkan ke Bojonegoro, sehingga saya seneng ke Cepu saja,” ungkap Mesnesneg yang akrab disapa Pak Tek itu.

Lanjut Pak Tek, meurutnya, rakyat itu tidak merasa ada batas antar Provinsi justru Pemerintah yang kemudian pikirannya ada batas jadi rakyat itu tidak merasa ada batas.

Ditambahkan, dengan adanya inisiatif Pembangunan kawasan yang menjembatani antar Kabupaten dan antar Provinsi seperti ini merupakan inisiatif yang luar biasa yang perlu memeproleh dukungan penuh dari pemerintah pusat, 

Masih menurut Mensesneg, bahwa Pemerintah sekarang juga sedang memiliki program untuk membantu meningkatkan Konektivitas dan Pembangunan kawasan salah satunya yaitu Bandara Ngloram di Kecamatan Cepu Kabupaten Blora, Jawa tengah.

“Kami sedang memikirkan konektivitas Bandara Ngloram Cepu dengan Balikpapan, Jakarta, Surabaya dan Bali. Makanya, pagi tadi kami juga mengunjungi Bandara Ngloram yang konektivitasnya bukan lagi hanya mencakup kawasan internasional,” Kata Mensesneg Praktikno menegaskan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa pengembangan wilayah tidak mungkin terjadi kalau tanpa konektivitas untuk itu pihaknya sangat mengapresiasi Pembangunan Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora, oleh sebab itu Jembatan ini dibangun atas Prakarsa dari dua Kabupaten yakni, Bojonegoro dan Blora,

“Saya kira ini hal yang sangat bagus sekali, oleh karena itu Pemerintah Pusat sangat mendukung Pembangunan ini,” demikian dikatakan Menteri PUPR Basuki Hadi Muljono, dalam persemian Jembatan Terusan Bojonegoro-Blora itu.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga menyampaikan bahwa terkait pengembangan Bandara Ngloram, Blora, Kementerian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Blora telah merencanakan agar Bandara Ngloram dapat beroperasi pada akhir tahun 2021 mendatang.  

“Saya telah minta tolong Pak Gubernur Jawa tengah Pak Ganjar Pranowo, agar Bagaimana nanti di akhir 2021, warga Blora dan Bojonegoro bisa ke Jakarta, Balikpapan, Surabaya dan bisa bepergian ke Bali langsung dari Bandara Ngloram ini,” tegas Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa dengan adanya Pembangunan Bandara Ngloram tentunya aka nada pembangunan Infrastruktur penunjang yaitu akses jalan menuju Bandara tersebut yang perlu segera dilaksanakan.

“Bandaranya sudah jadi tapi dihitung-hitung oleh Pak Basuki kalau jalannya dibikin lebar lagi kira-kira seperti apa, sehingga akan semakin mensejahterakan rakyat,” ungkap Ganjar Pranowo.

Masih Gubernur Jawa tengah, bahwa Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora (TBB) penghubung Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur dengan Kabupaten Blora Jawa Tengah ini memiliki Panjang total 220 Meter dengan lebar 9 meter, sementara panjang total jembatan berikut jalan yang dibangun sepanjang 1.100 Meter.

Perlu diketahui, Jembatan Terusan Bojonegoro – Blora ( TBB ) dibangun menggunakan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bojonegoro tahun 2020 dengan total pagu anggaran sebesar Rp. 97.6 Miliar yang merupakan konsep Pembangunan Kawasan.

**(Yan /Red ).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. AcceptRead More